Bupati Siak “Risau” Hadapi MEA, Ini Sebabnya

Minggu, 13 Maret 2016 20:41

BERTUAHPOS.COM (BPC), SIAK – Menjadi destinasi wisata terus di galakan oleh Bupati Siak, dengan memiliki objek andalan yakni salah satunya Istana Asyerayah Al Hasimiyah menjadi tujuan utama bagi pengunjung.

Dalam hal ini Bupati Siak Syamsuar berharap dengan objek wisata itu, masyarakat dan para pemuda harus memiliki jiwa-jiwa enterpreneur atau wirausaha, sehingga bisa ikut berperan dalam kemajuan perekonomian, terutama ikut andil dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Kendati demikian, Bupati Siak Syamsuar, kelihatan risau lantaran jiwa enterpreneur masyarakat Siak masih lemah. Buktinya, masih banyak yang lebih memilih jadi pekerja honor di pemerintah ketimbang membuka usaha.

Bupati Siak juga mengatakan, dalam hal permodalan ini Pemkab Siak sudah membuka peluang untuk membuat usaha dengan menggunakan dana yang dikucurkan desa sebesar Rp500 juta bentuk program Usaha Ekonomi Desa – Simpan Pinjam.

Baca: Resiko Kredit Macet Akan Dialami Perusahan Migas di Riau

“Yang mau berusaha kecil-kecilan maupun menengah, boleh meminjam duit tadi. Syaratnya juga tak bikin pusing, Saya rasa banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan. Kalaupun skill untuk itu belum ada, bisa pelatihan dulu. Kita
punya Balai Latihan Kerja di Mempura. Jangan malah jadi honorer, apa lagi
honor kontrak yang kapan saja bisa dirumahkan,” kata Syamsuar dalam rapat RKPD kemarin.

Syamsuar juga bercerita  sejumlah orang yang sudah berubah hidupnya lewat wirausaha. Bahkan sudah ada pula sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang lebih memilih membuka usaha lantaran hasilnya lebih besar dari gaji PNS.

Kalau masyarakat Siak sudah mau berwira usaha dan mau pula ikut pelatihan, ini sudah menjadi tanda bahwa mereka sudah siap berhadapan dengan situasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sebab di situasi itu, siap tak siap, tenaga kerja asing dan pengusaha dari
negara tetangga ASEAN akan masuk hingga pelosok daerah, menggarap berbagai peluang yang ada. “Jujur, saya tak mau kita jadi penonton di negeri
sendiri,” sebutnya.

Dan jika masyarakat Siak sudah punya skill, bisa dipastikan mereka akan menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis di kawasan Industri Tanjung Buton.

“Sudah banyak investor luar dan dalam negeri yang melirik kawasan itu. Insya Allah ini akan jadi peluang bagi anak negeri. Jadi segeralah bekali diri dengan keahlian,” pintanya.

Secara hitung-hitungan angka pengangguran terbuka tahun 2014, Siak masih tergolong daerah nomor dua paling kecil setelah Pelalawan. Hanya berada diangka 3,56 persen. Terpaut jauh dibanding angka pengangguran terbuka diProvinsi Riau yang mencapai 6,56 persen dan nasional 5,94 persen.

Meski angkanya kecil, Syamsuar tidak mau diam pada kondisi ini, sehingga berupaya untuk lebih memperkecil angka pengangguran. “Kalau angkanya sudah besar, kita akan kelimpungan. Sama kayak memadamkan api, kalau apinya kecil tak sulit memadamkan. Beda kalau sudah besar,”sebutnya.

Upaya untuk lebih memperkecil angka pengangguran sudah semakin terbuka. Sebab pemerintah bakal membuat Badan Ekonomi Kreatif. Badan ini sengaja dibikin untuk  mendorong dan melahirkan pengusaha muda dan memajukan UMKM (usaha mikro kecil dan menengah).

“Tanggal 15 Maret ini diundang Presiden untuk mengikuti pertemuan bersama Bupati dan Walikota membahas Ekonomi Kreatif  di Jakarta. Hasil pembahasan nanti akan disosialisasikan pada masyarakat. Mudah-mudahan semakin muncul minat dan semangat masyarakat untuk menjadi pengusaha,”pungkasnya.

Penulis : ely