• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bulog Keluhkan Maraknya Praktek Ijon di Riau

Tim Redaksi by Tim Redaksi
29 November 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU- Badan Urusan Logistik (Bulog) mengeluhkan maraknya praktek ijon di Riau. Hal itu menyebabkan Bulog tidak maksimal serap beras dari petani lokal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Humas Bulog Divre Riau dan Kepri. “Pembelian beras petani lokal masih pakai sistem ijon. Sementara Bulog masih cash carry,” Selasa (29/11/2016).

Sistem ijon yakni jual beli yang belum siap untuk di panen. “Jadi ada swasta yang memodali atau membeli padi petani terlebih dahulu. Nah, ketika panen tidak ada lagi jatah untuk Bulog karena sudah dibeli semua bahkan sebelum panen,” jelas Hendra.

Selain itu penyebab serapan beras petani lokal tidak maksimal dikarenakan Harga yang ditawarkan swasta lebih tinggi. “Kalau kita mengacu pada Harga Pokok Pembelian (HPP) pemerintah yakni Rp 7.300 per kilogram. Harga di atas itu tidak bisa kita beli,” jelasnya.

Hingga penghujung November ini, Bulog Divre Riau Kepri sudah menyerap beras petani lokal 1.075 ton, naik tipis sedikit dari tahun 2015 yang terserap 1038 ton.  “Tahun 2016 awalnya ditargetkan 5 ribu ton beras lokal, namun kemudian direvisi menjadi 3 ribu ton,” jelas Hendra.

Mengingat masih tersisa satu bulan lagi, Hendra optimis serapan beras lokal Riau masih bisa ditingkatkan. Daerah yang menjadi lumbung padi di Riau seperti Siak, Pelalawan, Rohil, termasuk juga Kampar.

Penulis: Riki

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Ini Cara Kampung Rempak Siak Bisa Raih Predikat Kampung Binaan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.