Bonsai di Bawah Fly Over, Salah Tempat

Sabtu, 23 Agustus 2014 15:38

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Selain menyoroti kondisi bunga pucuk merah di median Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru yang mati, Pengamat Perkotaan Mardianto Manan juga menyoroti susunan tanaman hias di sekitar fly over.

Ia menilai bunga yang berada dalam pot-pot besar di bawah fly over atau biasa disebut jembatan layang juga tampak tak terawat, bahkan sebagiannya ada yang mengering dan mati.

Pemandangan tersebut dapat dengan mudah ditemukan di Flyover yang berada di persimpangan jalan Nangka dan Sudirman. Pemerhati Kota, Mardianto Manan sangat menyesalkan  pihak pertamanan tak mengurus hal itu.

“Penanamannya salah tempat. Seperti bunga bougenville dan juga bonsai mengapa diletakkan di bawah flyover. Padahal tumbuhan itu tanaman yang harus mendapat cahaya matahari penuh, tidak boleh ditanam di bawah bayang-bayang fly over, bisa mati,” ujarnya Sabtu (23/08/2014).

Baca: Dijadwalkan Hadir, Empat Menteri ke Rohil

Dirinya berharap kepada instansi terkait, apakah itu Dinas Pertamanan Provinsi atau Kota yang berwenang atas hal tersebut, untuk segera memperhatikannya. “Padahal harga bunga bougenville atau bonsai itukan mahal, bisa jutaan. Jangan malah terkesan buang-buang duit,” kesalnya.

Sambung Mardianto, karakteristik bunga itu berbeda-beda. Seperti bunga kertas dan bonsai tersebut bila terlindung dan tidak mendapat penyinaran matahari langsung bisa menyebabkan daunnya gugur.

 
“Inikan konsep pertamanannya yang salah,” sebutnya. Dirinya menghimbau agar pihak dinas pertamanan mengacu seperti pengelolaan taman di Jakarta. Bougenville itu diletakkan di jalan tol Jakarta. Kalau siang akan tampak bersinar dan cantik,” sarannya.

Mardianto menambahkan bila pemerintah ngotot ingin membuat taman di bawah fly over, mesti memilih tanaman yang punya karakteristik tumbuh ditempat teduh. “Sejenis keladi keladian, sirih-sirihan, boleh. Kalau bougenvile tak cocok,” tutupnya. (riki)