• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bocah Bertangan ‘Popeye’ Seberat 8 Kg

Tim Redaksi by Tim Redaksi
20 Agustus 2014
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, NEW DELHI – Kondisi aneh dialami seorang bocah India bernama Mohammad Kaleem. Ia sulit melakukan aktivitas sehari-hari lantaran memiliki ‘tangan Popeye’.
 
Kaleem memiliki lengan berotot dan telapak tangan berukuran tak normal, dengan panjang 33 cm dan berat 8 kg layaknya batu. Karena itulah ia amat kesulitan melakukan hal-hal sederhana, seperti mengikat tali sepatu, makan dan mencuci tangan.
 
“Aku merasa sulit untuk mengenakan pakaian, memasukkan kancing baju dan menarik celana,” kata Kaleem seperti dikutip dari Express.co.uk, Rabu (20/8/2014).
 
Kaleem juga mengaku kerap diejek teman-teman sekolah, karena kondisi fisiknya yang tak normal.
 
“Aku tidak pergi ke sekolah karena guruku mengatakan anak-anak lain takut melihat tanganku. Banyak dari mereka yang mengejek karena kelainan tanganku. Mereka mengatakan akan memukul saya si ‘tangan besar’. Dan Mereka benar-benar memukuliku,” cerita bocah itu.
 
Dokter yang menanganinya pun tak mengerti jenis penyakit apa yang diidap bocah berusia 8 tahun tersebut. Sang ibu, Haleema mengakui bahwa sejak bayi, telapak tangan Kaleem memang terlihat berbeda dari bayi normal lainnya.
 
“Tangannya besar dan jari-jarinya panjang. Awalnya memang kecil namun semakin lama terus membesar,” jelas Haleema.
 
Kesulitan ekonomi membuat kedua orangtua Kaleem tak bisa mengobatinya. “Kami ingin membawanya ke rumah sakit, tapi kami tak ada uang. Istriku bahkan harus meminjam duit ke tetangga-tetangga,” kata ayah Kaleem, Shamim.
 
Pendapatan Shamim hanya setara Rp 300.000 per bulan, jumlah itu tak mampu membawa Kaleem ke dokter spesialis. Mereka khawatir anaknya akan menyalahkan dirinya sendiri atas penyakitnya.
 
“Aku tidak tahu apakah dokter akan mengoperasi tanganku. Mereka mungkin membuatku tidak sadar, baru memotong tanganku. Tidak apa-apa jika mereka bisa melakukannya tanpa menyuntikku,” ucap Kaleem.
 
Dokter Ratan yang bekerja di rumah sakit setempat mengatakan, “Sejauh pengetahuanku, kondisi ini sangat langka.”
 
“Saya belum pernah melihat kasus tangan berukuran besar ini dalam dunia medis. Saya tidak tahu nama penyakit ini, perlu dilakukan pengujian genetik untuk memastikannya,” lanjut Dokter Ratan.
 
Dokter Ratan menambahkan, paru-paru dan jantung Karleem berfungsi secara normal meskipun tangannya memiliki kelainan. Namun mengingat tangannya semakin membesar, maka akan ada tekanan pada sistem kardiovaskularnya. Hal ini berpotensi memperpendek umurnya.
 
Sementara menurut Dokter Krishan Chugh dari Fortis Memorial Research Institute Kota Gurgaon, Kaleem kemungkinan menderita lamfangioma atau hamartoma — yang keduanya dapat diobati.
 
“Kondisi ini sungguh langka, saya belum pernah menemukan kasus ini. Tanpa pemeriksaan dan tes medis yang tepat, saya tak yakin 100 persen apa ini,” jelas Dokter Krishan Chugh.
 
Limfangioma adalah suatu kondisi dari sistem limpa yang mengalami peradangan ekstrem, sehingga mengakibatkan bentuk-bentuk tertentu di tubuh.
 
Sedangkan hamartoma adalah sejenis tumor jinak, di mana tubuh memproduksi jaringan yang berlebihan.
 
Setelah mendengar penjelasan dari dokter, orangtua Kaleem mulai optimistis bahwa anaknya dapat disembuhkan. Mereka pun mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan.
 
“Aku punya firasat bahwa akan ada jalan agar anakku dapat hidup dengan normal,” tutup Shamim. (Imelia Pebreyanti/Ein/liputan6)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

BPJS Kesehatan: Aturan Bagi Pekerja Swasta Belum Jelas

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.