BMKG Sebut Hujan di Riau Akibat Borneo Vortex

Jumat, 19 Februari 2016 12:18

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru masih memprediksi Provinsi Riau berpotensi diguyur hujan lebat. Hal itu disebabkan adanya gejala alam yang mengakibatkan pembelokan arah angin.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Riau, Sugarin melalui Kepala Seksi (Kasi) Informasi, Slamet Riyadi. “Berdasarkan prediksi kondisi angin di mana pada hari Jum’at (19/02/2016) dan Sabtu (20/02/2016) berpotensi adanya borneo vortex yaitu pusaran angin di sekitar Selat Karimata sebelah barat Kalimantan, di mana kondisi ini berpengaruh di wilayah Riau adalah daerah pembelokan angin,” jelasnya.

Sehingga dengan adanya borneo vortex berdampak potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau bagian barat terutama sepanjang bukit barisan seperti Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Kampar, Rokan Hulu (Rohul). “Untuk wilayah lain di Riau potensi hujan ringan hingga sedang,” sebut Slamet, Jumat (19/02/2016).

Selain itu, BMKG tidak ada menemukan hotspot atau titik api di Sumatera, khususnya Provinsi Riau. Berbeda dengan beberapa hari sebelumnya, terpantau sembilan titik api di Sumatera dan empat di antaranya berada di Dumai dan Meranti.

Baca: Sambut Malam 27 , Pemuda Siak Gelar Tanding Meriam Buluh

Sedangkan info visibility atau jarak pandang, Pekanbaru masih dikisaran lima kilometer (Km). Kalau kualitas udara yang ada di Papan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) depan Kantor Walikota Pekanbaru masih berstatus baik. Lalu jarak pandang wilayah Rengat masih 5 Km, Kota Dumai tujuh Km, dan Pelalawan lima Km.

Untuk itu diharapkan masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap kemungkinan ancaman banjir. Sebab beberapa waktu lalu, akibat hujan deras yang mengguyur membuat sejumlah daerah di Riau khususnya Kabupaten Kampar yang berdekatan dengan aliran sungai terkena banjir besar. Akibat waduk PLTA Koto Panjang membuka pintu air agar bendungan tidak jebol.

Disebut banjir ini terparah sejak 30 tahun yang lalu. Akibatnya ribuan warga harus meninggalkan rumah yang terendam dan mengungsi di tenda atau sanak famili. Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Sosial dan sejumlah masyarakat telah menyalurkan bantuan baik berupa beras, sembako, hingga pakaian serta selimut.

Penulis: Riki