Baru 3 SKPD Riau Lakukan Lelang Tender, Mungkinkah Realisasi APBD Lambat Lagi?

Senin, 22 Februari 2016 17:44

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Riau, Indra  menyebutkan bahwa hingga saat ini, baru 3 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, yang masuk dalam daftar pelelangan proyek awal tahun.

Ketiga SKPD itu adalah Rumah Sakit Umum Arifin Ahmad (SKPD), Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau dan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Riau. Sisanya sementara sisanya 53 SKPD lainnya belum menyelesaikan kesiapan proses lelang itu.

“Belum ada tambahan sampai saat ini. Masih yang lama. Dari 3 SKPD itu ada 4 proyek yang akan dilelang. Ada 1 SKPD dengan lelang 2 proyek,” katanya kepada bertuahpos.com, usai solat zduhur, di Pekanbaru, Senin (22/02/2016).

Dia menyebutkan, sejak awal bagian pelelangan Pemrov sudah ajuka surat ke masing-masing SKPD agar laporan pelelangan segera diajukan. Namun pada kenyataannya masih banyak SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang tidak mengindahkan intruksi itu.

Baca: Pembangunan “Alcatraz” Riau Bisa Menghilangkan Unsur Pemasyarakatan

“Kalau kami tugasnya, kan cukup menginformasikan saja, bagaimana mereka bisa segera menyelesaikan itu. Mungkin sekarang masih dalam tahap penyusunan. Mungkin dibulan Maret baru banyak,” ujar Indra.

Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Riau, Maspei meluruskan, secara prosedural, SKPD memang diminta untuk segera mensun Rencana Umum Pengadaan (RUP). Dari 53 SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, sudah masuk sebanyak 41 SKPD yang sudah menyusun RUP.

Dengan total paket sebesar 7.062 paket dan nilai pagu anggaran sebesa Rp 2,3 triliun. Artinya masih ada sebanyak 12 SKPD yang belum sampaikan RUP-nya kepada LPSE. “Kenapa ini bisa terjadi? Makanya kami selalu melakukan rapat evaluasi setiap bulan itu. Tapi karena realisasi fisik kita masih kecil, makanya awal tahun ini belum kami lakukan rapat evaluasi,” katanya.

Dia menambahkan, tugas Pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini hanya sebatas memeberi informasi atau dorongan kepada SKPD agar segera melakukan realisasi tersebut. Sementara eksekutornya tetap di SKPD masing-masing.

Dari 7.062 paket pelelangan itu yang sudah masuk dalam Sistem Unit Pengadaan ke LPSE, baru sebanyak 4 paket. Kendalanya sebagian besar paket itu belum dilakukan verifikasi. Termasuk spesifikasi teknis dan pokjanya secara rinci.

“Jadi ini masih jauh memang. Tapi sudah ditayang itu baru empat. Ada satu dinas itu paketnya 2,” katanya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman telah menegaskan bahwa realisasi APBD itu akan dijalankan pada Januari 2016 ini. Namun pada kenyataannya, baru belanja tidak langsung saja yang sedang direalisasikan, sementara paket lelang yang masuk dalam belnja langsung belum menunjukan adanya percepatan. Mengingat kendala tersebut berada di SKPD masing-masing.

Penulis: Melba