Bantu Korban Banjir Riau, Pemda Ambil Jatah Beras di Bulog

Selasa, 16 Februari 2016 15:41

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Badan Urusan Logistik (Bulog) divre Riau dan Kepri telah menyalurkan bantuan beras ke sejumlah daerah terkena banjir. Disampaikan sekitar 260 ton sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Riau dan kepala daerah kabupaten yang terkena imbas banjir.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog Riau Kepri, Tommy Despalingga. “Sampai hari ini jumlah beras yang kita salurkan sekitar segitu. Sudah disalurkan ke lokasi oleh pemerintah provinsi dan kabupaten sesuai yang diminta,” kata Tommy, Selasa (16/02/2016).

Dijelaskannya pemberian beras disesuaikan dengan permintaan Pemprov Riau mau pun kepala daerah. Setidaknya saban tahun, Bulog menjatah beras cadangan pemerintah 200 ton untuk Provinsi Riau, dan 100 ton bagi masing-masing kabupaten atau kota. “Kita mengalokasikan tahun ini 1400 ton, itu tetap disiapkan walau tidak ada bencana,” kata Tommy.

Perum Bulog memang tiap tahunnya sudah menetapkan pagu bagi masing-masing kabupaten/kota serta provinsi sebagai cadangan beras pemerintah untuk kebutuhan bencana alam.

Baca: Rohil Berada di Peringkat Pertama Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Bulog Riau dan Kepri sampai saat ini masih tersedia stok beras mencapai 25 ribu ton yang tersebar di tiap-tiap gudang di daerah. Dengan perkiraan ketahanan pasokan hingga lima bulan ke depan.

Bulog Riau dan Kepri memiliki sembilan titik gudang seperti Riau dengan kapasitas 8.000 ton, Kampar 1.000 ton, Tanjung Pinang 5.000 ton, Dumai 14.500 ton, Ranai-Natuna 2.000 ton, Batam 4.000 ton, Bengkalis 1.500 ton, Tembilahan 1.000 ton dan Rengat 1.000 ton.

Sebelumnya diberitakan, banjir melanda Kampar awal pekan ini akibat hujun deras dan dibukanya pintu air PLTA Koto Panjang.
Banjir menggenangi 56 desa di 12 kecamatan di Kampar dengan ketinggian air berkisar 1,7 meter. Korban terdampak banjir mencapai 26.614 kepala keluarga atau mencapai 133.070 jiwa.
Banjir di Kampar tidak seperti biasanya karena mendadak dan sangat luas. Ini kondisi terparah sejak 1978.

Sebagai bentuk antisipasi, Bulog Riau Kepri tetap menyiapkan stok beras cadangan pemerintah. “Intinya kita selalu siapkan, jadi kalau pemerintah daerah butuh kita akan salurkan. Karena stok kita aman,” sebutnya. (Riki)