• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Apindo: Pungli di Riau Memberatkan Perusahaan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
23 Februari 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai terjadi kesenjangan soal Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Riau. Sekjen Apindo Riau Peri Akri menyebutkan, hasil riset yang diperolehnya, dari 100 persen operasional cost perusahaan, hanya tersalur sebesar 11 persen sampai 13 persen untuk biaya tenaga kerja. Hal yang mengejutkan, ternyata hampir 14 persen cost perusahaan lari ke pungutan liar (pungli).

“Bahwa hari ini kita cerita keamanan tapi serikat buruh lapar. Kebutuhan hidup layak itu, berpotensi membuat situasi tidak layak,” katanya, Senin (23/02/2015).

Apindo minta Dinas Tenaga Kerja Riau harus menjadikan KHL sebagai perhatian khusus. Minimal terus melakukan evaluasi. 14 cost perusahaan untuk pungli salah satu penyebabnya karena regulasi kebijakan pemerintah yang tidak jelas dan tidak aman.

“Apindo siap jalankan tugas kami. Asal Pungli yang 14 persen ini bisa ditekan. 14 persen angka yang besar. Kita biasa alihkan ke KLH,” tambahnya.

Permainan antara pemerintah dan pengusaha seolah menjadi hal yang biasa, padahal pengeluarannya sangat besar. Sementara untuk upah kelayakan buruh terus ditekan. Peri menilai pengusaha tidak bisa disalahlan, sebab cost yang dikeluarkan untuk regulai sangat besar.

“Komponen upah harus dievaluasi. Dengan catatan 14 pungli ditekan. Pekerja adalah aset. Bukan sapi perah. Kawan-kawan pelaku usaha siap. Tapi 14 harus ditekan. Di Riau, regulai yang jelas dan kuat belum jalan. Dunia usaha jalan saja, walau tampa regulasi. Tapi kami paham bahwa antara pemerintah dan pengusaha diharapkan bisa bekerja sama,” tambahnya. (melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

UIN Suska Bikin Olimpiade Matematika Lebih Menarik

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.