• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Anggota Gapki yang Tidak Prosedural Harus Diproses Hukum

Tim Redaksi by Tim Redaksi
17 Maret 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), mendorong anggotanya yang tidak taat prosedural harus diproses secara hukum.

Direktur Eksekutif Biro Konsultasi Hukum dan Kebijakan Kehutanan, Advisor Gapki, Sadino mengatakan, langkah itu perlu dilakukan sebagai jaminan bahwa keanggotaan Gapki clear dari prosedural yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Anggota Gapri yang tidak taat prosedural silahkan saja diproses secara hukum,” katanya saat ditemui bertuahpos.ccom Junat (17/03/2017).

Pernyataan ini mencuat karena temuan adanya puluhan perusahaan sawit di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), di Riau, tidak memiliki izin operasi resmi. Duduk masalah ini, kata Sadino memang harus jelas.

“Cuma sekarang inikan kalau ada apa-apa dengan perusahaam sawit, kita yang sering mendapat tuduhan itu. Makanya harus dilihat dulu secara jelas,” tambahnya.

Baca: Gabungan Perusahaan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), mendorong anggotanya yang tidak taat prosedural harus diproses secara hukum.

Untuk kawasan TNTN itu, selain perusahaan juga ada banyak masyarakat yang menggantung hidup dari kebun kelapa sawit.

Kajian historinya harus dirunut. Awalnya kawasan itu juga bekas HPH. Artinya sejak awal pemerintah sudah abai. Setelah munculnya peristiwa seperti itu, barulah mencuat soal prosedural dan izin yang disuarakan oleh berbagai pihak.

Penulis: Melba Ferry Fadly

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Modus Pecah Kaca, Pelaku Dibekuk Polres Kampar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.