5 Kecelakaan Pesawat Terdahsyat di Indonesia

Senin, 10 Maret 2014 07:10

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) pada penerbangan dengan rute Kuala Lumpur menuju Beijing China pada Sabtu (8/3/2014) mengingatkan warga Indonesia kepada tragedi hilangnya pesawat Adam Air.

Kecelakaan pesawat Adam Air pada 2007 lalu, menjadi salah satu dari 5 kecelakaan pesawat terdahsyat di Indonesia. Berikut daftar lengkap tragedi kecelakaan pesawat yang berhasil dikumpulkan redaksi Bisnis.

1. Kecelakaan Garuda Indonesia 1997 (222 orang tewas)

Penerbangan GA 152 adalah sebuah pesawat Airbus A300-B4 milik Garuda Indonesia yang jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Indonesia (sekitar 32 km dari bandara dan 45 km dari kota Medan).

Baca: Jet Tempur Israel Serang Jalur Gaza

Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Jakarta ke Medan dan telah bersiap untuk mendarat. Kecelakaan terjadi saat pesawat ini hendak mendarat di Bandara Polonia Medan pada 26 September 1997.

Seluruh penumpang tewas yang berjumlah 222 orang dan 12 awak dan hingga kini menjadi kecelakaan pesawat terbesar dalam sejarah penerbangan Indonesia.

Menara pengawas Bandara Polonia kehilangan kontak dengan pilot pesawat sekitar pukul 13.30 WIB. Saat terjadinya peristiwa tersebut, kota Medan sedang diselimuti asap tebal dari kebakaran hutan. Ketebalan asap menyebabkan jangkauan pandang pilot sangat terbatas dan hanya mengandalkan tuntunan dari menara kontrol Polonia.

Namun, terjadi miss communication antara menara kontrol dengan pilot menyebabkan pesawat mengambil arah yang salah dan menabrak tebing gunung. Pesawat tersebut meledak dan terbakar, menewaskan seluruh penumpang dan awaknya.

Dari seluruh korban tewas, tercatat 44 mayat korban yang tidak bisa dikenali yang selanjutnya dimakamkan di Monumen Membramo, Medan. Di antara korban jiwa, selain warga Indonesia, tercatat pula penumpang berkewarganegaraan Amerika Serikat, Belanda dan Jepang.

2. Kecelakaan SilkAir 1997 (104 orang tewas)

Penerbangan 185 adalah layanan penerbangan komersial rutin maskapai penerbangan SilkAir dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta Indonesia menuju Bandara Changi Singapura.

Pada 19 Desember 1997, sekitar pukul 16:13 WIB, pesawat Boeing 737-300 yang melayani rute ini mengalami kecelakaan dan jatuh di atas Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

Seluruh penumpang yang tercatat sebanyak 104 orang antara lain 97 penumpang dan 7 awak kabin tewas, termasuk pilot Tsu Way Ming dari Singapura dan kopilot Duncan Ward dari Selandia Baru.

Investigasi kecelakaan ini dilakukan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia bersama dengan tim ahli dari NTSB Amerika, Singapura, dan Australia.

Pada 14 Desember 2000, KNKT mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa penyebab kecelakaan tidak dapat diketahui (undetermined).

Namun, NTSB memiliki pendapat yang berbeda. Menurut mereka, kecelakaan ini disebabkan oleh tindakan Kapten Tsu yang sengaja menjatuhkan pesawatnya ke laut (bunuh diri).

3. Kecelakaan Adam Air 2007 (102 orang tewas)

Penerbangan KI-574 adalah sebuah penerbangan domestik terjadwal Adam Air jurusan Surabaya-Manado, yang hilang dalam penerbangan. Bahkan pesawat sampai saat ini masih berstatus hilang.

Kotak hitam ditemukan di laut pada kedalaman 2000 meter pada 28 Agustus 2007. Kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya yang berjumlah 96 penumpang dan 6 awak pesawat.

Pada 25 Maret 2008, KNKT mengumumkan penyebab kecelakaan adalah cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS) dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.

4. Kecelakaan Mandala Airlines 2005 (101 orang tewas)

Penerbangan RI 091 merupakan sebuah pesawat Boeing 737-200 milik Mandala Airlines yang jatuh di kawasan Padang Bulan, Medan, Indonesia pada 5 September 2005.

Kecelakaan ini terjadi saat pesawat jurusan Medan-Jakarta ini sedang lepas landas dari Bandara Polonia Medan. Dari 117 orang (112 penumpang dan 5 awak), penumpang selamat berjumlah 16 orang dan 44 orang di darat turut menjadi korban.

Penelitian awal yang dilakukan KNKT dengan tim investigasi National Transportation Safety Board dari Amerika Serikat menemukan bahwa terdapat kerusakan yang menyebabkan salah satu mesin pesawat tersebut tidak bertenaga.

Namun, masih diselidiki apakah kondisi tersebut telah ada sebelum atau sesudah pesawat terempas dan meledak.

Selain itu, beberapa hari setelah kejadian, muncul laporan yang menyebutkan bahwa pesawat tersebut membawa kargo berupa durian yang berbobot 2 ton, sehingga hampir mencapai batas berat maksimum yang mampu diangkut pesawat.

5. Kecelakaan Pesawat C-130H Hercules, 2009 (100 orang tewas)

Kecelakaan Pesawat C-130H Hercules 2009 adalah kecelakaan pesawat yang menewaskan 98 orang penumpang dan 2 orang warga lokal, yang terjadi di Indonesia pada 20 Mei 2009.

Pesawat Hercules Angkatan Udara Indonesia tipe C-130 Hercules membawa 112 orang (98 penumpang dan 14 kru) dan kecelakaan terjadi pada 6:30 WIB, penerbangan dari Jakarta menuju Jawa Timur.

Pesawat menghantam daratan dan rumah sebelum mendarat di sawah, di desa di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Pesawat berusaha mendarat di Bandar Udara Iswahyudi, tapi jatuh sekitar 5,5 kilometer barat laut dari bandara. Pesawat meledak dan terbakar ketika jatuh. Padahal, kondisi penerbangan dan cuaca dalam kondisi baik ketika terjadi kecelakaan.(bisns.com)