1,9 Triliun KUR Akan Disalurkan Ke Riau dan Kepri

Rabu, 24 Februari 2016 14:52
1,9 Triliun KUR Akan Disalurkan Ke Riau dan Kepri

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Bank Rakyat Indonesia (BRI) berencana akan menyalurkan kredit usaha rakyat atau KUR Sebesar R 1,9 triliun yang akan dikucurkan ke Riau dan Kepulauan Riau.

Kepala  BRI Kantor Wilayah Riau, Sutarno, mengatakan kucuran sebesar Rp 1,9 triliun itu bertujuan untuk percepatan menggerakkan sektor rill. Sebab, masyarakat di Riau tahun lalu mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Termasuk komoditas minyak mentah dan sawit juga mengalami penurunan harga ditambah bencana kabut asap yang terjadi di Riau tahun 2015 lalu,” katanya, kepada bertuahpos.com, Rabu (24/02/2016).

Dia menambahkan kondisi tersebut tentunya akan sangat menghambat pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang juga ikut menurun. Sebab itu, untuk merealisasikan percepatan BRI akan mengucurkan dana KUR tersebut.

Baca: Firdaus Kembalikan Formulir Pendaftaran ke PDI Perjuangan

( Baca : Pengawasan BI dan OJK Terhadap KUR Lemah)

“Kami sedang merapat ke Pemerintah Provinsi Riau bagaimana KUR itu bisa bergerak cepat. Salah satunya tentu harus menjalin kerjasama intensif, dalam rangka mencari peluang-peluang KUR itu,” sambungnya.

Pihak BRI sudah membicarakan soal ketersediaan dana sebesar Rp 1,9 triliun itu kepada Pemerinah Provinsi Riau dan semua Satuan Kerja terkait. Mereka meminta agar pemerintah segara melakukan pos untuk penyaluran KUR tersebut.

Sektor yang akan digaet untuk penyaluran kredit itu adalah perkebunan, perikanan, serta UMKM di Riau. Pihak BRI ingin koperasi potensial juga dilibatkan dalam penyaluran KUR tersebut. Termasuk koperasi yang membina perkebunan dan kehutanan.

(Baca : Nafas Segar Bagi Petani Kelapa Riau, KUR Segera Digelontorkan)


Setelah mendapatkan data itu, BRI akan segera melakukan eksekusi penyaluran kredit itu. Salah satu kemudahan yang didapatkan adalah visibel dan sangat simpel. Bahkan akan tetap dilakukan perluasan-perluasan ke sektor indutri lain.

“Sementara untuk KUR tanaman perkebunan keras sudah dicabut. Ini juga akan menjaid fokus kami agar ini bisa dikembalikan lagi. Kami juga butuh dorongan OJK. KUR ini bisa dimanfaatkan untuk reflanting komoditi unggulan di Riau,” katanya.

Sejauh ini, respon dari Pemerintah Provinsi Riau cukup baik. Saat ini, BRI sudah mulai jalan merealisasikan KUR tersebut. Dia meyakini bahwa dengan disalurkannya KUR, pergerakan pertumbuhan ekonomi akan giat kembali, termasuk penambahan lapangan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat. Dengan demikian gol akhirnya, pendapatan asli daerah akan meningkat.

Penulis: Melba