• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Tingkat Obesitas Mengkhawatirkan, Pemerintah India Berlakukan Pajak Tambahan Pada Penyedia ‘Junk Food

by
9 Juli 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC)– Pemerintah di negara bagian India bagian selatan, Kerala memperkenalkan fat tax bagi makanan cepat saji atau junk food seperti burger, pizza, atapun donat. Dengan demikian restoran cepat saji seperti McDonald’s dan Domino’s Pizza di Kerala akan dikenakan pajak tambahan 14,5%.

Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan tingkat obesitas anak kecil di Kerala. Pada 2015 Kerala menjadi negara bagian kedua di India dengan tingkat obesitas anak kecil tertinggi.

“Selain mengurangi junk food pada anak kecil, pemerintah juga berharap menaikan pendapatan sekitar US$1,4 juta ,” kata Menteri Keuangan India Issac Thomas, Sabtu (9/7/2016).

Beberapa mengkriti kebijakan tersebut, karena makanan cepat saji tidak begitu populer di Kerala.

Negara bagian India itu tercatat hanya memiliki tujuh outlet McDonald’s dan sembilan Domino’s Pizza.

Hal serupa, menerapkan fat tax, juga pernah dilakukan Denmark pada 2011. Namun pemerintah Denmark menghapusnya pada 2012, karena fat tax tidak berhasil merubah kebiasaan makan masyarakat.

Alih-alih mengurangi kebiasaan makan junk food, masyarakat Denmark malah pergi ke negara tetangga untuk makan junk food.

Akan tetapi, kebijakan fat tax kembali dipertimbangkan beberapa negara setelah pada Mei 2016 Jurnal Medis Inggris menyebutkan bahwa menambahkan pajak pada makanan tidak sehat bisa mengurangi potensi obesitas.

Sama halnya dengan pengenaan pajak pada rokok yang berdampak pengurangan jumlah perokok.

(Sumber: Bisnis)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu
Otomotif

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

...

Read moreDetails
Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Next Post

Sanksi Tegas Telah Disiapkan Bagi PNS yang Bolos Pasca Libur Lebaran

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.