• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pak Wali, Bus “Tayo” Mogok di HUT Pekanbaru

Di liputan khusus kali ini, Bertuahpos mengikuti perjalanan Putri. Dia mengajak suami, ibu dan dua anaknya yang masih kecil, naik Bus TMP gratis di HUT Pekanbaru ke-241. Hingga akhirnya mereka terpaksa naik taksi online untuk sampai ke tujuan akhir karena bus itu mogok di tengah perjalanan.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Juni 2025
Di liputan khusus kali ini, Bertuahpos mengikuti perjalanan Putri. Dia mengajak suami, ibu dan dua anaknya yang masih kecil, naik Bus TMP gratis di HUT Pekanbaru ke-241. Hingga akhirnya mereka terpaksa naik taksi online untuk sampai ke tujuan akhir karena bus itu mogok di tengah perjalanan.

Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) rute STC - Pandau saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin, 23 Juni 2025 | Foto: Melba Ferry Fadly.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Minggu, 22 Juni 2025, belasan penumpang sudah duduk di kursi dalam Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Mereka naik dari halte Sukaramai Trade Centre (STC) Jalan Sudirman — titik keberangkatan awal dan pemberhentian terakhir dari rute TMP 01, rute Ramayana – Pandau. Waktu itu, isinya dominan ibu-ibu. Beberapa dari mereka membawa balita dan anak.

Beberapa saat kemudian, masuk seorang pria berusia sekitar 30 tahunan — pengemudi bus ini. Dia berkata, “Mohon maaf, silahkan pindah ke bus yang di belakang ya. Bus ini remnya lengket.”

Tanpa ada komentar, para penumpang tadi langsung beranjak dari kursinya, keluar dari pintu tengah yang menganga, lalu pindah ke bus di belakang.

Sesaat setelah melangkah keluar dari pintu bus itu, seorang ibu dua anak bertanya kepada suaminya.

“Yakin aman?”

“Insya Allah,” jawab suaminya, singkat sembari pindah ke bus di belakang dan bergabung bersama dengan penumpang lain.

Wanita itu bernama Putri (33). Dia bukan pengguna transportasi umum untuk bepergian sehari-hari di Kota Bertuah. Terakhir kali Putri naik Bus TMP sekitar beberapa tahun lalu. Tapi, hari ini naik bus gratis (22–24 Juni 2025) dalam rangka HUT Kota Pekanbaru yang ke-241.

“Kalau lagi di jalan, kan sering liat bus TMP. Anak aku menyebutnya Bus ‘Tayo’, karena warnanya biru. Sudah lama dia ingin naik. Tapi kami baru ada waktu sekarang. Mumpung gratis, kami bawa juga si oma-nya. Sekaligus memperkenalkan anak-anak dengan transportasi umum,” ujar Putri.

Jumlah penumpang yang masuk kian banyak. Di dalam bus, para ibu paruh baya dan beberapa lansia terlihat saling bercerita satu sama lain. Sepertinya mereka baru kenal di sini. Sepintas terdengar tak ada yang penting dari topik pembicaraan mereka. Hanya saling bertukar nama, tinggal di mana dan seberapa sering naik Bus TMP. Jawabannya tentu saja beragam.

Tapi, ada juga sudah sudah kenal lama. “Saya dengan ibu ini bertetangga. Kami Tinggal di Pandau. Tadi pergi CFD, pulang naik TMP,” kata Rosmiati yang duduk di sebelah Junaida—yang disebutnya tetangga.

Di sudut lain bagian depan, beberapa anak-anak memanfaatkan ruang ini untuk bermain, naik ke kursi lalu memanjangkan leher mereka untuk melihat ada apa di luar jendela. Sesekali turun dari kursi, memegang tiang besi penyangga lalu memanjatnya. Tak peduli, meski beberapa kali dilarang oleh orang tua mereka.

Sedangkan para penumpang lain dengan usia yang lebih muda, hanya duduk diam menatap layar HP dengan sosial medianya. Ada juga yang sibuk membalas pesan WA, atau memilih untuk memejamkan mata. Sejurus kemudian, terdengar suara deritan yang cukup nyaring saat pintu otomatis ditutup.

Sekitar pukul 10.00 WIB, bus pun berjalan. Melaju perlahan ke arah Barat menuju Jembatan Siak IV, lalu memutar arah di U-turn bahwa jembatan itu. Terus melaju.

Seorang wanita berkerudung hitam mengenakan kemeja hijau tua dengan celana jins hitam berdiri tepat di pintu otomatis. Dia bersandar di tiang besi sambil membolak-balik setiap lembaran di beberapa gepok karcis hijau muda. Lalu mencatat sesuatu di karcis itu, kemudian berjalan ke arah depan. “Hari ini gratis ya bu.” Kalimat itu selalu disebutkan setiap dia menyerahkan sobekan karcis ke setiap penumpang.

Di setiap halte, tarikannya menggema untuk memberitahu pengunjung pemberhentian berikutnya. “Ada yang turun di Telkom? Ada yang turun di Gramed, BNI? Yang mau transit ke Nangka turun di Awal Bros ya,” lebih kurang seperti itu, dan terus terdengar sepanjang perjalanan ini.

Ada pemandangan yang tak biasa terlihat. Sang kenek perempuan itu memukul-mukul pintu otomatis beberapa kali, sebab salah satu dari bagian pintunya tidak mau tertutup sendiri. Pemandangan itu beberapa kali terlihat.

Kadang-kadang si supir laki-laki langsung turun tangan, karena mungkin tenaganya lebih kuat. Bayangkan jika ada penumpang yang mau masuk, tiba-tiba pintu itu menutup sendiri. lalu terjepit. Nambah kerjaan. Bikin repot.

Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) rute STC - Pandau saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin, 23 Juni 2025 | Foto: Melba Ferry Fadly.
Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) rute STC – Pandau saat menurunkan penumpang di halte RRI di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin, 23 Juni 2025 | Foto: Melba Ferry Fadly.

Setelah, memutar di bawah Jembatan Siak IV tadi, bus ini baru akan berbelok ke kiri di pertigaan lampu merah arah ke pasir putih. Lalu, terus melaju dan belok ke kanan ke arah Pandau Permai—di samping SPBU. Mentok hingga ke ujung, bus berbelok lagi ke kiri hingga hingga habis lajur dua. Kemudian putar balik.

Seperti sudah tahu dengan tugasnya, kenek perempuan itu seketika naik ke kursi paling belakang, bertopang pada kedua lututnya. Kepalanya melongok keluar jendela, lalu memberikan aba-aba kepada supir. “Terus, kosong, kosong. Ops, maju dikit. Mundur, terus, terus,” hingga bus itu berhasil putar arah.

Di ujung jalan ini sangat sempit untuk bus sebesar ini putar berbalik arah. Saat melintang jalan, hampir tak ada ruang bagi kendaraan lain untuk melintas. Untung supir bus cukup piawai memainkan setir. Di sini lah pemberhentian terakhirnya. Tak ada tanda apapun yang menunjukkan kalau ini tempat parkir bus. Nonggok saja di depan rumah warga.

Si supir dan kenek turun. Mereka menuju ke suatu tempat, masuk ke salah satu pagar di antara rumah-rumah warga. Dari dalam bus tak terlihat dengan jelas mereka istirahat mana. Setelah 10-15 menit kemudian, keduanya masuk dan Bus TMP ini kembali berangkat menuju titik awal di Plaza Sukaramai Trade Centre. Begitu terus. Sampai jam operasionalnya habis saat malam hari. Rata-rata durasi perjalanan sekitar 1 jam.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Bus “Tayo” ini kembali beranjak menyusuri rute yang tadi. Sepanjang perjalanannya aktivitasnya sama. Si kenek berteriak memberitahu titik pemberhentian dan memberikan sobekan karcis kepada setiap penumpang yang baru masuk, sesekali menokok pintu otomatis yang macet.

Hari semakin terik, suasana di dalam bus, sedikit agak gerah. Jumlah penumpang lebih ramai dari saat pergi tadi. Sepertinya AC bus tak cukup kuat mempertahankan suhu semula. Beberapa pengunjung terlihat berkeringat meski ada yang pulas. Termasuk dua anak Putri, nemplok di paha sang ayah di kursi paling belakang. Mereka tidur.

Setelah hampir satu jam perjalanan. Seperti biasa, Bus TMP ini berhenti menurunkan penumpang di halte RRI Pekanbaru. Setelagnya, suara mesin mendadak menjadi kasar dan nyaring. Seperti mesin pompong. Mungkin ada yang lepas di salah satu bagian mesin. Bus yang awalnya berjalan perlahan malah kian melambat, hingga akhirnya benar-benar berhenti di depan Pizza Hut, samping Jalan Pangeran Hidayat.

Sang supir dan kenek turun lewat pintu depan untuk memeriksa. Beberapa saat kemudian, kenek naik dan memberitahu, “Turun di sini ya. Bus mogok.”

Sekali lagi, respon para penumpang ini biasa saja. Tak ada raut kaget atau rasa kecewa. Paling yang terdengar hanya suara “kekeh”. Entahlah. Mungkin mereka sudah biasa mengalami kondisi seperti ini.

Setelah turun dari bus, sebagian penumpang memilih berjalan kaki ke titik tujuan mereka. Sedangkan Putri dan keluarganya, memesan taksi online menuju ke halte pemberhentian terakhir di STC.

Putri menyebut, ini pengalaman baru setelah sekian lama tidak naik Bus TMP, lalu mogok di jalan. “Mungkin yang lain lebih sering mengalami hal seperti ini,” katanya.

Saat itu, lewat chat WA, pengalaman ini dia ceritakan dengan salah seorang teman yang bekerja di Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru. “Ya, begitulah kondisinya,” jawab temannya itu membalas pesan.

Penumpang lain bernama Sapri, mengaku sudah biasa dengan kondisi ini. Dia boleh dikatakan hampir setiap hari naik TMP ke pusat kota untuk berbelanja. “Kalau mogok udah biasa, bang,” katanya kepada Bertuahpos. “Ya, gimana nggak mogok, operasi tiap hari, perawatan kurang,” tambahnya. “Jangankan mesin. Bagian dalamnya saja kayak gitu.”

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) tanggal 23 Juni tiap tahunnya. Seperti di tahun ini. Kota Pekanbaru merayakan HUT ke-241 dan Bus TMP gratis ini merupakan salah satu bentuk kado untuk warganya. Program bus gratis dimulai tanggal 22-24 Juni 2025.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga menggratiskan parkir di setiap pusat perbelanjaan modern dan pasar rakyat. Parkir gratis juga bisa dinikmati masyarakat Pekanbaru di sejumlah rumah sakit mulai 21-27 Juni 2025.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho ingin perayaan tahun ini tidak menitikberatkan pada kegiatan seremonial, tapi lebih menghadirkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Naik bus dan parkir gratis, kata Agung, merupakan kado spesial yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

“Walaupun tidak dalam bentuk pesta besar, kami ingin memberikan hadiah yang sederhana namun berdampak luas,” kata Agung pada 20 Juni 2025.

Bagi Putri dan keluarganya, naik bus “Tayo” kali ini cukup berkesan. “Tapi, mungkin lebih berkesan jika pejabat atau Pak Wali-nya langsung ikut naik bus. Setidaknya, mereka bisa merasakan langsung apa yang dirasakan warganya. Sukur-sukur kalau mereka dapat bus yang mogok,” ujarnya sambil berkelakar.

Menurutnya, bahwa program bus dan parkir gratis memang sangat berdampak terhadap masyarakat walau hanya beberapa hari. Tapi, evaluasi dan pengawasan selama program berlangsung juga jangan diabaikan. Oknum “nakal” selalu ada, seperti di fasilitas parkir gratis. Wajar jika warga khawatir ada oknum nakal yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat.

“Kan tidak semua orang Pekanbaru juga yang tahu. Saat naik bus aja masih ada yang ngeluarin uang mau bayar. Coba kalau petugasnya nggak bilang ‘gratis’?” ujarnya.***


Simak berita lainnya tentang Pekanbaru

Tags: Berita Pekanbarutransportasi
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

BPJN Riau pastikan Jembatan Siak II Pekanbaru aman setelah isu dentuman viral. Hanya satu titik sambungan perlu perawatan segera. Setelah Siak 1, Kini Jembatan Siak 3 Ditutup Total.
Regional

Setelah Siak 1, Kini Jembatan Siak 3 Ditutup Total

...

Read moreDetails
Financial Expo 2026 Dorong Akses Keuangan dan Literasi di Riau

Financial Expo 2026 Dorong Akses Keuangan dan Literasi di Riau

SSB Garuda Junior Juara Regional Riau, Menang 6-1 di Final

SSB Garuda Junior Juara Regional Riau, Menang 6-1 di Final

Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Inilah 4 Tempat Wisata di Riau yang Populer, Nomor 3 Ada Chinatown Versi Mini

Inilah 4 Tempat Wisata di Riau yang Populer, Nomor 3 Ada Chinatown Versi Mini

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

Next Post

Apresiasi BTN, Menteri PKP dan Jajaran Buka Rekening Tabungan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.