• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Meraup Ratusan Juta dari Bisnis Tape Ketan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
6 Januari 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Kota Kuningan, Jawa Barat populer sebagai penghasil tape ketan. Bahkan, makanan   ini telah menjadi oleh-oleh khas bagi para pelancong yang singgah ke Kuningan. Adalah Carsim Cahyadi, salah satu yang telah mempopulerkan makanan ini melalui bendera usaha tape ketan Pamela.

Carsim merupakan orang kedua di Desa Tarik Kolot, Cibeureum, Kabupaten Kuningan, yang membuka usaha pembuatan tape ketan. Ia bercerita, kemampuan membuat tape ketan didapatnya dari orang tuanya. Memang, membuat tape ketan sudah menjadi tradisi turun temurun di desa tersebut, terutama pada saat menjelang hari Lebaran.

Namun, katanya, dulu, hanya ada satu orang di Desa Tarik Kolot yang menjadikan tape ketan sebagai peluang bisnis. “Padahal, peluangnya besar, maka saya bertekad memperkenalkan racikan tape khas Kuningan lebih luas hingga ke luar daerah,” tutur pria kelahiran Kuningan, 46 tahun silam ini.

Maka, mulai 1996, ia merintis usaha pembuatan tape ketan Pamela. Nama Pamela merupakan akronim dari kedua nama anaknya, yaitu Fajar dan Mela. “Karena kami orang Sunda, Fajar biasa disebut Pajar. Jadi, itu singkatan dari Pajar dan Mela,” ujarnya.

Dapur rumahnya disulap menjadi tempat pembuatan tape. Bahan baku beras ketan  dan ragi didapat dari Indramayu, Jawa Barat. Kini, saban hari, Carsim mampu memproduksi  3 kuintal tape ketan. Ia mengemasnya dalam lima ukuran kemasan, yaitu kemasan ember berisi 100 bungkus tape, kemasan ember kecil berisi 80 bungkus, lalu kemasan dus isi 50 bungkus, kemasan toples isi 28 bungkus, dan yang paling kecil kemasan plastik mika berisi 16 bungkus tape.

Dilihat dari jenis kemasan, pria lulusan salah satu SMK di Kuningan ini memang menyasar dua tipe pelanggan, yaitu pelanggan ritel dan pelanggan grosir. “Sekitar 80% hasil produksi tape Pamela untuk memenuhi permintaan pelanggan grosir,” ungkapnya.

Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp 10.000 untuk kemasan paling kecil, hingga  Rp 50.000 untuk kemasan ember berisi 80 bungkus.  

Meski tak membuka gerai sendiri, namun produknya sudah cukup punya nama. Buktinya, pelanggan Carsim tak hanya berasal dari sekitar Kuningan, tapi juga Cirebon, Bandung hingga Jakarta. Setiap hari, ia bisa menjual minimal 100 kemasan tape ketan Pamela. Tak heran, ia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 150 juta sebulan.

Saat ini, cukup banyak warga Desa Tarik Kolot yang mengikuti jejak sukses Carsim. Tercatat, ada 15 produsen tape ketan khas Kuningan. Meski banyak pesaing di desanya, namun ia mengaku, produknya tetap unggul, lantaran menekankan aspek kebersihan dan ketelitian pada proses produksi. Hasilnya, tape ketan Pamela menjadi lebih manis dan empuk. (Noor Muhammad Falih) (kompas.com)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
Finance

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

...

Read moreDetails
Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Next Post

Rupiah Berpeluang Menguat dalam Jangka Pendek

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.