• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Harga Sawit Rendah, Upaya Hilirisasi di Riau Masih Terkendala RTRW

by
20 Agustus 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Fenomena krisis yang dialami oleh petani sawit di Riau, efek dari jatuhnya harga tandah buah segar atau TBS, bukan kali ini saja terjadi. Tahun 2009, harga TBS sawit di Riau bahkan jatuh sekitar harga Rp 100 per kilogram. Petani sawit berduyun-duyun menjual harta, dan menarik simpanan uang di bank.

Melihat fenomena ini, Asisten II Bidang Perekonomian Setdaprov Riau Masperi, mengaku Pemerintah Provinsi Riau bukan tidak belajar dari kejadian yang sudah ada. Salah satu upaya yang bisa dilakukan, adalah dengan membagun tambahan hilirisasi terhadap bahan baku CPO di Riau. Dengan demikian, ketergantungan CPO Riau terhadap pasar ekspor akan berkurang.

“Itu bukan tidak terpikirkan sama kita. Tapi bagaimana lagi RTRW kita masih belum selesai,” katanya, kepada bertuahpos.com, Kamis (20/08/2015).

Dia menjelaskan, untuk hilirisasi terhadap turunan sawit di Riau sudah masuk dalam cakupan skala prioritas Pemerintah Provinsi Riau. Namun lagi-lagi rencana tata ruang dan wilayah atau RTRW Riau yang masih belum selesai, menjadi penghambat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan saat ini adalah gabungan kebijakan dari pemerintah pusat yang harus dipentingkan dahulu. Sementara di Riau sendiri yang harus dipacu adalah pergerakan sektor rill.

“Hilirisasi untuk turunan sawit ini sudah masuk dalam RPJMD. Cuma persoalannya sekarang, bagaimana mau hilirisasi kalau RTRW kita masih bermasalah,” sambungnya.

Sementara itu, Ekonom Riau Ermansyah SE MM, menanggapi efek buruk yang dikhawatirkan dari dampak turunnya  TBS sawit di Riau adalah perekonomian di daerah akan bergejolak. Dia mengakui fenomena ini pernah terjadi pada tahun 2009 lalu. Turunnya harga sawit pada level terendah menyebabkan sebagian besar perekonomian masyarakat di daerah Riau melemah.

“Masyarakat di daerah yang cenderung menopang perekonomian mereka pada perkebunan sawit akan tertekan. Hal itu disebabkan karena perubahan gaya hidup,” katanya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Suska Riau ini, melihat tren perubahan itu begitu terasa di wilayah pedesaan dibanding Kota Pekanbaru. Ketergantungan perekonomian mereka pada perkebunan sawit selama ini, cenderung membuat pola ekonomi keluarga stabil. Pada saat harga sawit jatuh, maka perubahan itu akan terasa.

Dia khawatir sebagian masyarakat yang menggantungkan hidup pada sawit tidak siap dengan kondisi tersebut. Melihat pada masa enam tahun silam, sebagian besar masyarakat yang berkebun sawit kesusahan melakukan pembayaran cicilan dan memenuhi kebutuhan ekonomi lainnya.”Bahkan saya ada menemukan masyarakat yang minjam uang ke rentenir karena tidak cukup bayar cicilan,” tambah Ermansyah. (Melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Inilah Keunggulan Frameless Panoramic Roof Pada Mitsubishi New XForce
Otomotif

Inilah Keunggulan Frameless Panoramic Roof Pada Mitsubishi New XForce

...

Read moreDetails

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Next Post

Biodisel Harusnya Bisa Atasi Rendahnya Harga Sawit di Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.