• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Begini Cara Petani di Siak Atasi Jatuhnya Harga Sawit

by
20 Agustus 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU -Turunnya harga sawit dua pekan terakhir memberi dampak besar terhadap perekonomian di sejumlah daerah. Namun bagi petani di Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak, ada cara sendiri untuk mengantisipasi anjloknya komoditi itu. Mereka melakukan konversi ke komoditi lain. Sugeng Riadi, seorang petani sawit di Kecamatan Bunga Raya mengaku mereka belajar dari pengalaman pada peristiwa anjloknya harga TBS pada tahun 2009 lalu.

“Waktu itu memang banyak masyarakat yang kebingungan untuk membayar kredit atau tagihan lainnya. Belum lagi memikirkan kebutuhan ekonomi keluarga,” katanya, kepada bertuahpos.com, Kamis (20/08/2015).

Setelah harga TBS normal, mulailah para petani sawit di kecamatan ini melakukan konversi ke komoditi lain. Hasil penjualan dari panen kebun sawit mereka sisihkan untuk modal membuka lahan persawahan. Upaya itu ternyata membuahkan hasil.

Pada saat harga TBS pada dua pekan belakangan anjlok diharga terendah, masyarakat masih bisa sedikit bernafas lega, sebab dimasa seperti ini tanaman padi mereka sudah menguning dan siap panen. “Kalau sekarang sudah tidak kewalahan seperti dulu lagi,” katanya.

Sugeng mengaku, kondisi perekonomian keluarganya dulu memang sempat terpuruk. Selain hanya memiliki kebun sawit yang sedikit, dulunya mereka tidak ada topangan perekonomian dari sektor lain. “Ayah saya bahkan sempat meminjam uang ketetangga-tetangga,” sambungnya.

Dia menambahkan, jatuhnya harga TBS pada pekan ini membuat dirinya dan masyarakat sekitar di kecamatan itu masih bisa bertahan. Sistemnya, mereka mengulur waktu untuk panen. Jika biasanya masyarakat melakukan panen sawit per dua minggu, kini masa panen sawit mereka berubah menjadi sebulan sekali.

“Sebab kalau dipanen perdua minggu, uang hasil panen habis untuk bayar upah pekerja,” sambungnya.

Meski hanya memiliki kebun sawit lebih kurang setengah hektar, Sugeng tidak terlalu khawatir, sebab dua minggu lagi, satu hektar tanaman padinya di sawah sudah siap untuk dipanen.

Mantan Kepala BI Kantor Cabang Wilayah Riau, Mahdi Muhammad, yang kini menjabat sebagai Direktur Grup Stabilitas Keuangan BI Jakarta, melihat pada momen seperti ini, prinsipnya sudah memberikan pelajaran bahwa salah satu antisipasi yang harus dilakukan oleh petani sawit di Riau, yakni melihat kembali peluang konversi atau semacam teknologi terintegrasi antara perkebunan dan peternakan atau tanaman lainnya.

“Sehingga kalau komoditi ini anjlok atau fluktuatif seperti sekarang ini, cara untuk melakukan stabilitas memang harus beragam. Petani jangan hanya bermain dikomoditi tunggal saja,” sambung Mahdi. (melba)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Disperindag Riau Pantau Peredaran Produk Ilegal Lewat Online

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.