• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bursa Asia ‘Kebakaran’, IHSG Anjlok 85 Poin

Tim Redaksi by Tim Redaksi
24 Juni 2013
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM,JAKARTA –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 85 poin terkena tekanan jual yang tinggi. Koreksi indeks terjadi seiring dengan jatuhnya bursa-bursa di Asia.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.925 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.930 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 24,940 poin (0,55%) ke level 4.540,312 membuka perdagangan awal pekan. Posisi IHSG yang sudah sangat rendah dimanfaatkan pelaku pasar untuk berburu saham murah.

Investor asing tidak membantu dalam penguatan ini karena masih melakukan aksi jual. Sempat naik hingga posisi tertingginya hari ini di 4.561,550, indeks pun jatuh lagi ke zona merah gara-gara tekanan jual asing.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 14,602 poin (0,32%) ke level 4.500,770 terkena tekanan jual investor asing. Aksi jual kembali muncul, dipicu pelemahan bursa-bursa regional.

Aksi beli investor domestik sempat menahan IHSG di zona hijau. Sayangnya, tekanan jual kembali datang dengan derasnya sehingga membuat indeks harus lengser dari teritori positif.Â

Menutup perdagangan, Senin (24/6/2013), IHSG anjlok 85,912 poin (1,90%) ke level 4.429,460. Sementara Indeks LQ45 jatuh 12,016 poin (1,63%) ke level 724,27.

Aksi jual tambahan terjadi setelah perdagangan preclosing. Indeks pun langsung ditutup mendarat di posisi terendahnya hari ini di level 4.429,460. Seluruh indeks sektoral terkena koreksi.

Investor asing kembali melepas saham. Hingga sore hari ini transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 679,69 miliar di seluruh pasar.

Aksi jual ini dipicu oleh rencana The Federal Reserve yang akan mulai mengurangi program stimulusnya mulai tahun ini. Selain itu, ada juga kekhawatiran akan krisis likuiditas di China.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 157.918 kali pada volume 3,922 miliar lembar saham senilai Rp 5,393 triliun. Sebanyak 60 saham naik, sisanya 228 saham turun, dan 66 saham stagnan.

Pasar saham China dan Hong Kong anjlok sangat dalam gara-gara kekhawatiran adanya krisis likuiditas gara-gara bank menyetop pemberian kredit menyusul suku bunga yang naik dalam dua pekan terakhir.

Koreksi dahsyat yang terjadi di pasar saham China membuat bursa-bursa regional lainnya tersungkur. Seluruhnya kompak ditutup di zona merah di awal pekan ini.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
Â

  • Indeks Komposit Shanghai terjun bebas 109,86 poin (5,30%) ke level 1.963,24. Â
  • Indeks Hang Seng anjlok 449,33 poin (2,22%) ke level 19.813,98. Â
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 167,35 poin (1,26%) ke level 13.062,78. Â
  • Indeks Straits Times turun 42,89 poin (1,37%) ke level 3.081,56. Â

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Inovisi (INVS) naik Rp 700 ke Rp 6.750, Lionmesh (LMSH) naik Rp 500 ke Rp 10.000, Acset (ACST) naik Rp 325 ke Rp 2.825, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 250 ke Rp 10.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 2.150 ke Rp 28.500, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 1.500 ke Rp 24.500, Indocement (INTP) turun Rp 950 ke Rp 21.450, dan Unilever (UNVR) turun Rp 850 ke Rp 26.400.(detik.com/finance)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal
Teknologi

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

...

Read moreDetails
Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

5 Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa Teknik Mesin Terbaik dengan Spek Tangguh

5 Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa Teknik Mesin Terbaik dengan Spek Tangguh

Spesifikasi Infinix GT Watch 5 Pro, Smartwatch Dibekali dengan Teknologi Gaming

Spesifikasi Infinix GT Watch 5 Pro, Smartwatch Dibekali dengan Teknologi Gaming

Polres Kuansing Musnahkan 23 Unit Rakit dan Mesin PETI

Polres Kuansing Musnahkan 23 Unit Rakit dan Mesin PETI

Karhutla Riau 2026, WALHI: Tanpa Kebijakan Tegas, Status Siaga Darurat Hanya Respon Administratif di Atas Kerkas

Rp30 Miliar Dana Bantuan Karhutla Riau Masuk APBDP

Next Post
BPPT

BPPT: Anggaran Atasi Kabut Asap Rp20 Miliar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.