• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Edisi Khusus Kemerdekaan (Bagian 3): Pidato Politik yang Mengegerkan dan Gerakan Politik Menentang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
18 Agustus 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Majlis Rusydiyah Club begitu menarik bagi Putra Tertua Sultan Kerajaan Riau-Lingga, Tengku Usman. Pada April 1906, Tengku Usman pulang dari menuntut ilmu di Kairo Mesir dan dia berpidato di tengah majlis perkumpulan Rusydiyah Club.

Pidato ini berisi respon dirinya terhadap situasi politik di Kerajaan Riau-Lingga ketika itu. Pidato Tengku Usman dimuat di Majalah Al-Iman, Jilid I, v, lt 17 November 1908.

“Bahkan kami sangka barangkali tuan-tuan sekalian sangat gembira hati dengan dukacita melihatah hawadis (kejadian baru) yang menimpa watan kita yang aziz. Maka hendaklah diketahui bahwa segala yang daif kuat ia apabila berhimpun dan segala mereka yang miskin itu kaya bila ia bersatu. Sesungguhnya telah menjadikan Tuhan akan sekalian kita ini laki-laki. Memiliki tiap-tiap seorang daripada kita hati dan lidah. Maka serahkan olehmu akan keduanya itu pada menghidmatkan akan tanah air dan ummah dan angkat oleh kamu akan suara sekalian kamu lawan segala seterunya dan lawan sekalian orang yang khianat akan dia dan sekalian orang yang munafikin.”

“Pidato politik Tengku Usman ini sebagai reaksi Rusydiyah Club menyikapi kontrak politik antara Kerajaan Riau-Lingga dan Residen Riau pada tahun 1905. Sebuah pidato dengan esensi: penuh perlawanan, terhadap situasi politik kolonial ketika itu,” kata Ahmad Dahlan seperti dikutip dari bukunya dengan Judul Sejarah Melayu (terbit: 2014-cetakan pertama). 

Pidato ini tidak hanya mencemaskan Sultan Abdul Rahman, tapi juga bikin khawatir Residen Riau, Willian Albert de Kanter, sebagai wakil tertinggi pemerintah Belanda di Riau ketika itu. 

Perubahan Rusydiyah Club dari perkumpulan cendikiawan menjadi gerakan politik memang tidak bisa dielakkan. Dan para anggota organisasi ini sadar melakukan hal itu. Dan mereka merasa bertanggung jawab sebagai anak watan (warga negara) yang tidak pernah rela bangsanya diperlakukan semena-mena oleh penjajah. 

Baca: Edisi Khusus Kemerdekaan (Bagian 2): Kelahiran Rusydiyah Club yang ‘Misterius’ dan Misi Pemberontakan

Dalam tulisan Ahmad Dahlan juga dijelaskan bebedapa poin yang dilakukan oleh para cendikiawan Rusydiyah Club sehingga dapat digolongkan sebagai gerakan politik menentang pemerintah Belanda. Pertama, Raja Ali Kelana dan kelompoknya selalu memberikan pandangan-pandangan politik guna menyadarkan Sultan agar jangan patuh pada pemerintah Belanda. 

Kedua, atas saran dan petunjuk perkumpulan ini, sultan kemudian menolak untuk menandatangani kontrak politik baru yang disodorkan Belanda tahun 1910.

Ahmad Dahlan menyebutkan, dalam surat kabar Het Nieuws van Den Dag Voor Naderlandsch-Indie, nomor 34, 16a Jaargang, Vrijdag, terbit Jumat, 10 Februari 1911, pemerintah Belanda mengakui kalau sepakterjang para cendikiawan yang dituduh Belanda sebagai partai oposisi (verset party) ini telah menyulitkan mereka. Terutama atas sikap Tengku Besar, Tengku Usman, yang terus merapat ke Rusydiyah Club dan acap kali mengabaikan teguran Residen Riau, de Bruins Kops, baik secara tertulis maupun secara lisan.

“Bahkan media itu menyebut kalau organisasi ini telah mengejek pemerintah Belanda. Dan Belanda berkesimpulan situasi demikian tak bisa dipertahankan sehingga pemerintah Belanda harus ikut campur tangan dengan keras terhadap organisasi ini,” sambungnya. 

Dahlan menceritakan, benih perlawanan ini semakin muncul ke permukaan ketika pasal 3 ayat 1 dalam kontrak politik tanggal 18 Mei 1905 yang ditulis dalam bahasa Belanda dan Melayu itu menyebutkan Kerajaan Riau-Lingga adalah sebagai suatu achazat (pinjaman) dari pemerintah Belanda kepada Sultan Abdul Rahman. Dahlan mengutipnya dari catatan harian Encik Abdullah, koleksi YKIS. Nomor: 2. (bpc3) 

Bersambung ke bagian 4…

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post

Perang Guntung, Kegemilangan Sultan Siak Mengalahkan Belanda (Bagian 2)

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.