• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 27, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengendalian Solar Subsidi Untungkan Perdagangan CPO

Tim Redaksi by Tim Redaksi
8 Agustus 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kebijakan terbaru Pemerintah pusat, melalui BPH Migas, mulai Senin 4 Agustus lalu memberlakukan pembatasan penjualan BBM jenis solar bersubsidi dengan tujuan mengendalikan konsumsi solar mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs. H Zulher MS yang menyambut positif kebijakan pemerintah pusat tersebut.

Menurut Zulher, Jum’at (8/8/2014) siang, kebijakan terbaru tersebut sebagai bukti komitmen pemerintah pusat untuk menjadikan Biodiesel sebagai salah satu alternatif pengganti BBM.

Dimana, menurut Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2013 pemerintah mewajibkan pemanfaatan biodiesel tahun ini (2014) sebesar 10 persen (B-10) dan menjadi 20 persen (B-20) pada 2016.

Pada dasarnya, Indonesia memiliki potensi bahan baku biodiesel sebagai pengganti BBM Solar yang sangat besar, seperti minyak sawit (CPO). Saat ini produksi CPO mencapai sekitar 30 juta ton per tahun dengan jumlah ekspor sekitar 20 juta ton per tahun. Secara kasar, 1 juta ton CPO per tahun dapat diolah menjadi 20.000 barel biodiesel per hari.

“Selaku Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, dukungan itu menurut saya wajar saja karena biodiesel sebagai Bahan Bakar Nabati (BBN) merupakan produk hasil perkebunan seperti kelapa sawit, jarak pagar ataupun subsektor perkebunan yang lainnya”ujar Zulher.

Untuk itu, menurut Zulher, petani pekebun yang selama ini memiliki lahan kebun di Riau yang pada umumnya yaitu kelapa sawit jangan khawatir jika fluktuasi harga TBS terus terjadi karena diyakini ke depannya alternatif sebagai bahan baku energi diyakini akan meningkatkan harga jual kelapa sawit.

“Pada paruh pertama tahun 2014 ini harga TBS memang cenderung menurun dan tidak stabil. Namun kita optimis harga akan terus bergerak naik seiring dengan semakin banyaknya produk hilir buah kelapa sawit ini. salah satunya adalah bahan bakar energi pengganti BBM.”ujar optimis Zulher.

Sebagai diketahui sejak bulan Januari-Juli 2014 harga TBS tersebut menunjukkan kondisi negatif dimana harga tersebut bergerak tidak stabil. Seperti pada penetapan tim harga TBS disbun Riau pada 2 minggu terakhir yang menetapkan harga TBS turun.

Seperti pada rapat untuk harga berlaku tanggal 23 Juli-05 Agustus 2014 yang menetapkan harga TBS umur 10 tahun keatas turun sebesar Rp 70,90/kg dari Rp. 1.883,24/kg menjadi Rp. 1.813,34/kg. Sedangkan pada rapat tanggal 5 Agustus 2014 untuk harga periode 6-12 Agustus 2014 yang kembali menetapkan harga TBS umur 10 tahun ke atas turun sebesar Rp. 44,55/kg dari yang sebelumnya Rp. 1.813,34/kg menjadi Rp. 1.768,79/kg.

Sekretaris Aspekpir Riau, Karya Muslimat, dihubungi terpisah mengungkapkan bahwa penurunan harga tersebut menurutnya masih wajar. Namun menurutnya, penurunan harga TBS tersebut jangan sampai menyentuh angka Rp 1.500/kg.

“Dalam hitungan kami, biaya operasional ditambah dengan biaya pengolahan dan kebutuhan dasar keluarga maka idealnya harga TBS itu adalah diatas Rp 1.500/kg. untuk itu kami berharap pengendalian harga ini terus dilakukan oleh pemerintah seperti terus melanjutkan pengawasan kepada perusahaan pengolah buah (PKS) ataupun menggenjot nilai ekspor CPO dan produk hilirnya”harap Karya Muslimat. (syawal)

 
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau
Ekonomi

Usia 18-25 Tahun Dominasi Investor Pasar Modal Riau

...

Read moreDetails
Perkuat Sektor Kreatif, BTN Targetkan Pertumbuhan Bisnis Lewat Ajang JFW 2027

Perkuat Sektor Kreatif, BTN Targetkan Pertumbuhan Bisnis Lewat Ajang JFW 2027

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

BRK Syariah Perkuat Inklusi Keuangan di Karimun, Bkawan Miliki 113 Agen

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Itel A300+ Resmi Hadir Bawa Baterai 7000 mAh dan Fitur Ultralink Harga Rp2,1 Jutaan

Kredit Korporasi Naik 22,10 Persen, UMKM Ikut Menggeliat 1,62 Persen. Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Ada Opsi Disalurkan Via Kopdes

Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027, Ada Opsi Disalurkan Via Kopdes

Spesifikasi QJMotor CiTO 150, Desain Motorsport Tawarkan Sensasi Berkendara Ala Motor Matic

Spesifikasi QJMotor CiTO 150, Desain Motorsport Tawarkan Sensasi Berkendara Ala Motor Matic

Next Post

Lima Konglomerat Pemilik Mobil Terbanyak di Dunia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.