• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ukraina Tawarkan Belanda Pimpin Investigasi Pesawat MH17

Tim Redaksi by Tim Redaksi
22 Juli 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, UKRAINA —Ukraina telah menawarkan untuk menyerahkan peran pemimpin dalam penyelidikan penembakan jatuh pesawat Malaysia airlines hari Kamis lalu, kepada Belanda, negara yang warganya paling banyak di pesawat itu. Tawaran itu disampaikan sementara tiga penyelidik forensik dari Belanda tiba di lokasi jatuhnya pesawat di Ukraina timur dan menjadi pakar asing pertama yang tiba di sana.

Tawaran Ukraina tampaknya dimaksudkan untuk meyakinkan Rusia dan pemberontak yang didukungnya  agar mengizinkan pengangkutan 272 jenazah yang sudah ditemukan sejauh ini, yang sebagian besar disimpan di gerbong kereta berpendingin di sebuah kota yang dikuasai pemberontak. Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk mengumumkan hal itu dalam konferensi pers di Kyiv.

“Pemerintah Ukraina siap menyerahkan penyelidikan internasional kepada sahabat kita, Belanda. Pihak Belanda bisa memimpin proses penyelidikan bersama-sama dengan seluruh komunitas internasional dan pihak Ukraina,” kata Yatsenyuk.

Proposal itu mungkin akan dapat menembus kebuntuan yang menyebabkan jenazah-jenazah itu terbengkalai di kota Torez. Separatis dukungan Rusia yang menguasai wilayah itu telah menolak permintaan Ukraina dan internasional untuk mengizinkan kereta api itu bergerak menuju kota Kharkiv yang dikuasai pemerintah, yang berjarak 300 kilometer.

Yatsenyuk mengatakan 28 penyelidik dari empat negara, dan tiga diplomat Australia tiba di Kharkiv Senin pagi untuk menerima jenazah itu dan mengatur pengangkutannya ke sebuah laboratorium forensik di Amsterdam. Yatsenyuk mengatakan itu akan memungkinkan “penyelidikan yang lebih independen”.

Sementara itu tiga penyelidik forensik Belanda tiba di lokasi jatuhnya pesawat itu dan bekerja sama dengan sebuah delegasi dari Organisasi Kerja Sama dan Keamanan di Eropa. Delegasi itu sedang menjalankan sebuah misi HAM namun dialihkan ke daerah tersebut minggu lalu dan telah mendokumentasi situasi di sana.

Juru bicara delegasi, Michael Bociurkiw menjelaskan tindakan awal pakar di stasiun kereta api pedesaan dimana gerbong-gerbong kereta api di parkir.

“Ketiga gerbong dengan kantong-kantong jenazah dibuka. Para pakar masuk ke dalam tiga gerbong itu dan melihat-lihat sekilas  dengan bantuan lampu senter. Mereka mengatakan puas  dengan cara kantong-kantong jenazah disusun dan dengan suhu dalam gerbong, mengingat kondisi di lapangan yang sulit,” papar Bociurkiw.

Bociuriw mengatakan para penyelidik harus menempuh perjalanan darat selama satu setengah hari di jalan untuk mencapai daerah itu.

Pemerintah Ukraina mengatakan tidak melancarkan serangan dekat lokasi jatuhnya pesawat itu. Tapi ada laporan mengenai pertempuran di ibukota regional, Donetsk dan Michael Biciurkiw mengatakan ada laporan bahwa jalur kereta api mungkin rusak sehingga bisa memperumit masalah kemana jenazah-jenazah itu  akan dikirim dan kapan.

Dewan Keamanan PBB hari Senin (21/7) sore dijadwalkan akan melakukan pemungutan suara mengenai resolusi yang menuntut akses internasional ke lokasi kecelakaan tersebut.

Dewan Keamanan PBB telah bertemu Minggu malam di New York untuk mempertimbangkan sebuah resolusi.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengirim Menteri Luar Negeri Julie Bishop ke Amerika untuk memimpin upaya melobi resolusi tersebut. Australia kehilangan sedikitnya 37 warga negaranya dalam kecelakaan itu.(Voa)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Hotel Ibis Klaim, Kelola Limbah Sesuai Standar Internasional

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.