• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ini Penyebab Teror Belalang Kembara Sumba Timur Versi Petani

Tim Redaksi by Tim Redaksi
13 Juni 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU- Teror Belalang kembara di Waingapu, Sumba Timur, NTT, bukan kali pertama. Ternyata belalang yang menyerang Waingapu pada akhir pekan lalu sudah ada sejak tahun 90-an.

Hal tersebut diceritakan seorang Warga Waingapu, Rooslinda R Lodji. “Ya, pernah tahun 90-an, sekitar 1998-1999. (Penyebabnya) pembakaran padang, terus banyak juga yang mulai tembak-tembak burung. Burung pemangsa belalang itu kan diburu pemburu-pemburu burung ini, hutan-hutan kan mulai ditebang, ada lagi investor mereka kan mulai membuka lahan baru. Mungkin itu lahan yang sebenarnya daerah mereka makan dan efeknya sekarang larinya ke kota,” kata Rooslinda saat berbincang, Senin (12/6/2017) malam.

Seperti dilansir dari detik, Rooslinda menuturkan jalanan dipenuhi oleh belalang. Faktor cuaca juga memengaruhi meledaknya populasi belalang kembara. “Lebih parah yang 90-an karena jalanannya penuh dengan belalang. Misal mendung dan hujan dia lebih cepat menetas lagi anak belalang, telurnya lebih cepat menetas lagi,” sebutnya.

Pada 2016 kemarin serangan belalang kembara juga terjadi di Sumba Timur. “Sekitar bulan November 2016, sudah mulai. Oktober-November itu mereka bertelur, apalagi dengan curah hujan Sumba Timur jadi sekitar Januari menetas banyak sekali,” terangnya.

Puncak dari serangan belalang lalu terjadi di Juni 2017 ini. Faktor pembakaran ladang membuat kawanan belalang ini ‘meneror’ kota. Jika sudah demikian, kemungkinan gagal panen bagi petani setempat semakin besar.

“Diperparah awal Mei lalu terjadi pembakaran padang itu kan, terus ladang-ladang yang selesai panen dibakar-bakar, jeraminya dibakar jadi belalang arahnya ke kota sudah. Ini berarti rawan pangan sudah untuk Sumba Timur karena sebelumnya sudah ada hama tikus gitu dan petani banyak gagal panen untuk panen kali ini,” papar Rooslinda.

Belalang kembara terbang ke arah kota hingga mengganggu bandara semata-mata karena mengikuti arah angin. Pemerintah Sumba Timur pun telah mengambil langkah penanganan dengan menyemprotkan 1 ton pestisida kimia di tengah malam dengan alasan tertentu.

Meski demikian, Rooslinda menyoroti langkah pemerintah Sumba Timur soal penyemprotan pestisida. Sebagai Seksi Ekonomi Gerakan Petani Nusantara untuk NTT, Rooslinda memandang langkah yang juga dilakukan pada tahun 1998-1999 tersebut justru akan menambah banyak hama belalang kembara. (dtk)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Riau Perlu Waspadai Inflasi Pangan Akhir Tahun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.