• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ternyata Bulog Kesulitan Serap Beras Petani Riau, Ini Alasannya

by
23 Juli 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Kendati memasuki semester kedua tahun 2016, Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) kesulitan menyerap beras produksi petani lokal. Selain faktor cuaca harga tawar dari petani yang begitu tinggi menjadi penyebabnya.

Hal itu disampaikan Kepala Kadivre Bulog Riau dan Kepri,  Ali Ahmad Najih melalui Kabag Humas, Hendra Gunafi kepada kru bertuahpos.com. “Memang kita akui sulit mencapai target penyerapan beras dari petani lokal,” sebutnya.

Hendra katakan target yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini untuk Bulog Divre Riau dan Kepri sepanjang tahun 2016 yakni 5 ribu ton. Sedangkan pencapaian masih dibawah 1000 ton. “Dari data terakhir kita penyerapan beras dari petani lokal sebanyak 777,7 ton. Masih jauh dari target 5000 ton selama tahun ini,” katanya.

Rendahnya penyerapan beras Riau mau pun Kepri ini membuat Bulog Divre Riau Kepri berada pada posisi 19 dari seluruh cabang Bulog se Indonesia pada Jumat (23/07/2016). “Karena untuk di wilayah seperti Jawa mereka sedang panen,” sebutnya.

Dijelaskan Hendra kendala utama pada minimnya penyerapan beras lokal ini, akibat tingginya harga beras yang dipatok oleh petani. “HET (Harga Eceran Tertinggi) yang sudah ditetapkan pemerintah untuk Bulog dalam membeli beras petani Rp 7.300 per kilogram. Sedangkan di Riau banyak petani yang menawarkan harga di atas itu. Kalau di atas HET kita tidak bisa,” sebutnya.

Selain harga tawar petani tinggi, Bulog juga mesti menghadapi persaingan dengan pihak swasta. Di mana para petani cenderung sudah menjual beras ke pihak swasta. “Terkadang yang kita jumpai saat Bulog mau beli beras hasil panen petani. Ternyata beras atau gabah tersebut sudah dibeli swasta, bahkan sebelum panen sudah di panjar (uang muka). Sehingga tidak mungkin kita bisa beli, karena nanti ribut,” katanya.

Di samping itu adanya alih fungsi lahan ke Sawit juga membuat Bulog kewalahan menyerap sesuai target yagn ditetapkan. “Target 5000 ton itu prediksi dari pemerintah pusat. Ternyata di lapangan kita jumpai lahan untuk padi sudah banyak dialih fungsikan. Ditambah lagi karakter cuaca di Riau beragam, sehingga potensi gagal panen itu ada,” tuturnya. Apalagi mengingat Provinsi Riau bukan termasuk daerah sebagai lumbung padi. “Riau termasuk defisit untuk beras. Artinya beras dari petani masih belum mencukupi kebutuhan pasar lokal,” katanya. sehingga bergantung kepada daerah lain seperti sumatera Barat (Sumbar) atau Jawa.

Meski demikian pihaknya akan terus berupaya melakukan penyerapan. Di mana fungsi utama penyerapan sebagai upaya antisipasi anjloknya harga gabah atau beras sewaktu panen raya. “Makanya Bulog siap beli beras petani Rp 7.300 per kilogram supaya petani tidak rugi,” katanya.

Penulis: Riki

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Berita Terkait

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028
Ekonomi

Ekuador Terpilih Jadi Tuan Rumah COP18 CBD 2028

...

Read moreDetails
Karhutla di Sekitar Tol Palindra, HKA Siapkan Personel untuk Patroli Hingga Medis. PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

PT GAP dan PT MAP Dijerat Kasus Karhutla, Satu Bermodal dari Singapura

OJK Riau Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Data Perencanaan Nasional. OJK Terapkan Asas Una Via dalam Penegakan Hukum Pasar Modal, Apa Itu?

OJK Terapkan Asas Una Via dalam Penegakan Hukum Pasar Modal, Apa Itu?

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Next Post

3 Hal Ini Bisa Membuat Usaha Kuliner Anda Sukses

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.