• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ingat! Kubah Gambut Jangan Diganggu Jika Ingin Asap di Riau Hilang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
15 April 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Persoalan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau tidak lain karena kondisi gambut di Riau sudah kering. Aktivitas perusahaan di area itu telah membuat kadar air di kawasan gambut dibeberapa daerah di Riau berkurang bahkan hilang.

Menurut Pengamat Lingkungan Riau, Elviriadi, harusnya sejak awal Pemerintah Provinsi Riau mengerti tentang tata cara pengelolaan gambut. Di Riau, rata-rata kedalaman gambut di atas 3 meter. Harusnya dengan kondisi ini, pemerintah tidak memberikan izin kepada perusahaan untuk mengelola lahan gambut di Riau.

“Tidak sedikit yang mengakui bahwa dulu, masyarakat juga membakar untuk buka lahan. Tapi tidak pernah ada kebakaran hutan seluas ini. itu adalah bukti bahwa gambut di Riau sudah kering,” katanya.

Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan itu menyebutkan, di Kabupaten Kepulauan Meranti ada kubah gambut yang saat ini telah rusak. Padahal pada area ini adalah pusat tampungan air untuk lahan gambut yang berada di sekitar itu.

Regulasi pemerintah harusnya bisa mengatur itu. Jika perizinan pengelolaan perusahaan masuk dalam kawasan itu, maka harus dialihkan ke tempat yang lain.

“Dikubah gambut itu tidak boleh ada konsesi. Kalau kubah gambut itu diiris, airnya berserak. Kerihlah jadinya,” sambungnya.

Dia juga menjelaskan bahwa soal kanal blocking yang kini sedang gencar-gencarnya dilakukan pemerintah, menurut Elviriadi polanya juga salah. Karena arus air bahkan tidak jalan dan tidak melimpah ke permukaan.

Ada beberapa contoh pembuatan kanal bloking yang berhasil dilalukan di tanah air. Diantaranya di wilayah Taman Nasional Kerinci Sebelah Provinsi Jambi, dan Taman Nasional Sebango di Kalimantan, serta kanal bloking di Giam Siak Kecil di Kabupaten Siak.

“Idealnya setiap 200 meter ada sekat kanal supaya air melimpah. Kalau seperti ini prosesnya lama sekali gambut kering itu bisa basah,” sambungnya.

Pemerintah Provinsi Riau harus betul-betul bisa mencari orang yang mengerti tentang gambut. Jikalau hal ini tidak cepat dilakukan, maka bisa dipastikan masalah kebakaran hutan dan lahan di Riau akan tetap terjadi lagi. “Intinya, gambut di Riau jangan diganggu untuk kepentingan bisnis,” kata Elviriadi.

Penulis: Melba

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
Finance

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

...

Read moreDetails
Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Next Post

Tim Gabungan Kembali Eksekusi Pedagang Pasar Kaget Rumbai

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.