BERTUAHPOS.COM- Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 triliun untuk membangun layanan kereta api di Bali.
Proyek kereta api atau trem tersebut diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan sekitar dua tahun dan akan dilaksanakan dalam dua fase: rute dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke Legian, kemudian dari Legian ke Canggu. Dengan demikian, fase pertama menghubungkan bandara dengan Legian, sementara fase kedua menghubungkan Legian dengan Canggu.
Selain menyampaikan perkembangan proyek di Bali, Bobby juga membahas percepatan revitalisasi Stasiun Gambir di Jakarta bersama Presiden Prabowo. Revitalisasi itu akan diintegrasikan dengan penataan kawasan Monumen Nasional (Monas), termasuk penataan Taman Monas dan Stasiun Gambir agar keduanya menjadi kawasan terpadu.
Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menandatangani kerja sama untuk mengembangkan transportasi massal berupa trem listrik berbasis baterai dengan rute Bandara I Gusti Ngurah Rai–Canggu. Pengembangan ini ditujukan untuk mengatasi kemacetan sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Koster menyampaikan bahwa kesepakatan tersebut ditandatangani dalam acara yang dihadiri Bupati Badung, Direktur Utama PT KAI, CEO Angkasa Pura, dan Sekretaris Daerah Badung. Penandatanganan itu merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian Bappenas dan Pemerintah Provinsi Bali.
Trem listrik dinilai semakin nyata sebagai solusi kemacetan di koridor Bandara I Gusti Ngurah Rai–Canggu, yang setiap hari mencatat mobilitas hingga 150 ribu orang dan 80 ribu kendaraan.
Sementara itu, Wayan Koster memastikan jalur trem listrik sepanjang 12 kilometer nantinya akan memperhatikan hotel, akomodasi wisata, objek wisata, lingkungan, permukiman, serta kehidupan masyarakat setempat. Ia sepakat bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh mengganggu ekosistem Bali.
Bali sendiri adalah sebuah provinsi berbentuk pulau di Indonesia yang dikenal di seluruh dunia sebagai pusat pariwisata utama berkat perpaduan memikat antara keindahan alam, kekayaan budaya, serta tradisi Hindu yang sangat kuat.
Terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok, provinsi dengan ibu kota Denpasar ini juga mencakup beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan.









