BERTUAHPOS.COM- Kemitraan Jaguar Land Rover (JLR) dengan Chery Group memasuki babak baru setelah FREELANDER melakukan debut global di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Peluncuran bertema “Beyond the Legend” ini menandai langkah strategis JLR dan Chery Group untuk menghidupkan kembali FREELANDER. Legenda otomotif tersebut kini hadir dengan posisi baru sebagai British Premium Intelligent All-Terrain.
“FREELANDER adalah legenda otomotif asal Inggris. Namun, ambisi kami melampaui sekadar menghadirkannya kembali. Melalui paduan teknologi dari Tiongkok, kami membuka berbagai kemungkinan baru. Inilah makna sesungguhnya dari ‘Beyond the Legend’. Kami memadukan jiwa Inggris dengan kecerdasan teknologi Tiongkok untuk membawa legenda ini melangkah jauh lebih maju,” ujar Lucia Mao, CEO FREELANDER International.
Pertama kali diperkenalkan di Inggris pada 1997, FREELANDER kini menjadi brand global mandiri hasil kolaborasi JLR dan Chery Group.
JLR memiliki brand FREELANDER dan menghadirkan FREELANDER Design Hub, yang bertanggung jawab memimpin pengembangan desain serta karakter premiumnya. Sementara itu, Chery menyumbangkan teknologi cerdas dan kemampuan rantai pasok global.
Model perdana yang membawa identitas baru FREELANDER ke pasar internasional adalah FREELANDER 8. Kendaraan ini menggabungkan karakter SUV premium dengan elektrifikasi, teknologi cerdas, dan kapabilitas all-terrain.
Melansir dari laman Chery, pada bagian eksterior, FREELANDER 8 menampilkan Castle-Style Body dan Signature Interlocking Headlights sebagai ciri desainnya. Kabin dibekali teknologi berbasis Qualcomm SA8295P.
Adapun keselamatan dan bantuan berkendara ditunjang L2+ intelligent driving assistance yang menyediakan lebih dari 30 fungsi bantuan. Di sejumlah pasar, model ini juga ditawarkan dengan Super Intelligent Valet Parking (SIVP) untuk berbagai skenario parkir.
Kemampuan melintasi beragam medan ditopang Intelligent All-Terrain System (i-ATS), yang menyediakan sembilan mode berkendara: tujuh program medan, termasuk Sand Mode, serta Smart Mode dan Expert Mode. Sistem tersebut bekerja bersama teknologi elektrifikasi dan sasis untuk membantu kendaraan menghadapi berbagai kondisi permukaan.
Dalam pengujian, FREELANDER 8 mampu melewati cross-axle hingga 800 mm, tanjakan dengan kemiringan 70 persen, dan genangan air setinggi 900 mm. Performa ini didukung dual-chamber air suspension dan Continuously Controlled Damping (CCD), dengan ground clearance maksimum 266 mm.
Sistem penggeraknya terdiri atas 2.0T dedicated hybrid engine, baterai LFP berkapasitas 34,12 kWh, serta dual-motor All-Wheel Drive (AWD). Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga puncak hingga 460 kW dan torsi maksimum 662 Nm.
Dengan tangki bahan bakar dan baterai dalam kondisi terisi penuh, jarak tempuh total FREELANDER 8 mencapai 886 km. Jarak berkendara dalam mode listrik dapat mencapai 110 km. Seluruh angka tersebut berdasarkan combined cycle dan berlaku untuk spesifikasi pasar Timur Tengah.
Sebelum masuk ke pasar internasional, FREELANDER 8 menjalani validasi global dengan melibatkan lebih dari 1.000 kendaraan uji. Lebih dari 200 di antaranya dikhususkan untuk pengujian ketahanan all-terrain. Secara total, kendaraan-kendaraan uji tersebut menempuh hingga 2,15 juta kilometer dalam berbagai kondisi.
Uni Emirat Arab menjadi pasar internasional pertama FREELANDER sekaligus landasan awal ekspansi global brand tersebut. Untuk pengembangan pasar di UEA, FREELANDER bekerja sama dengan Al Tayer Motors di Dubai dan Northern Emirates, serta Premier Motors di Abu Dhabi.
Kemitraan itu merupakan bagian dari upaya FREELANDER membangun jaringan distribusi dan menyediakan produknya bagi konsumen di pasar Timur Tengah. Konsumen di UEA juga sudah dapat menunjukkan ketertarikan terhadap FREELANDER 8.
Perluasan pasar internasional FREELANDER akan berlangsung bertahap. Ekspansi dimulai di pasar left-hand drive (LHD), sebelum dilanjutkan ke pasar right-hand drive (RHD) dan pasar dengan spesifikasi Uni Eropa.









