BERTUAHPOS.COM — APKASINDO memperkuat mitigasi karhutla di sektor perkebunan kelapa sawit melalui workshop teknis di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 15–16 Oktober 2026. Agenda ini didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan menitikberatkan penguatan pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, serta penanggulangan kebakaran.
Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, M.P., C.I.M.A., C.APO., menegaskan mitigasi karhutla tidak semata berfokus pada penanganan saat kebakaran terjadi. Upaya mengantisipasi agar api tidak meluas menjadi bagian penting yang perlu diperkuat melalui kegiatan ini.
“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama agar kebakaran tidak menimbulkan dampak yang lebih luas. Petani sawit perlu memiliki pemahaman mengenai langkah mitigasi dan penanganan awal ketika muncul potensi kebakaran di sekitar perkebunan,” kata Dr. Gulat dalam sambutannya.
Dia juga menyoroti pentingnya pelaksanaan kegiatan mitigasi di daerah yang selama ini tidak menjadi pusat perhatian dalam pemberitaan karhutla. Menurut dia, upaya pencegahan tidak harus menunggu sampai kebakaran meluas di suatu wilayah.
Workshop ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara, Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara, BPBD Sulawesi Tenggara, serta jajaran pengurus APKASINDO. Kegiatan berlangsung selama dua hari dan menjadi ruang diskusi teknis bagi para peserta.
Ketua DPW APKASINDO Sulawesi Tenggara, Agus Imam Saputro, mengatakan kegiatan ini menjadi kesempatan memperluas wawasan mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Ia berharap para peserta menyerap pengetahuan dari narasumber dan mendiskusikan langkah yang diperlukan menghadapi risiko kebakaran.
“Kita berkumpul di sini untuk menambah wawasan, pengetahuan tentang pengendalian kebakaran hutan yang saat ini lagi marak di Indonesia,” kata Agus. “Jadi mungkin ke depan kita duduk bersama dan kita bicarakan langkah-langkah apa yang perlu kita ambil.”
Ihlas Landu, S.T.P., M.P., selaku perwakilan Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, S.IP., M.Si., menyampaikan keterlibatan pemerintah, organisasi petani, dan lembaga terkait memperkuat koordinasi pencegahan karhutla. Koordinasi itu mencakup peningkatan kesiapsiagaan dan pemahaman teknis di tingkat pekebun.
“Petani kelapa sawit memiliki peran dalam mendukung upaya mitigasi karhutla melalui pengelolaan kebun yang bertanggung jawab. Langkah pencegahan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika kebakaran sudah terjadi,” katanya.
Melalui workshop ini, APKASINDO mendorong penguatan kapasitas pekebun dan sinergi lintas sektor untuk memperkuat mitigasi karhutla. Upaya tersebut diarahkan mendukung penerapan prinsip sustainability dan menjaga kelestarian lingkungan hidup dalam tata kelola perkebunan kelapa sawit.***








