BERTUAHPOS.COM — Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) Cabang Riau kini punya kepengurusan baru untuk periode 2026-2029.
Organisasi ini dilantik di Pekanbaru, Minggu, 4 Oktober 2026. Kursi kepemimpinan diserahkan kepada dr. Romy Deviandri, Sp.OT, Subsp.C.O(K), M.Kes, AIFO, Ph.D.
Rangkaian pelantikan turut diiringi seminar dan simposium ilmiah bertema “Strong Bones, Better Life: Bersama PEROSI Membangun Masa Depan yang Lebih Sehat”, yang dihadiri kalangan dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga kesehatan.
Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus PEROSI Cabang Riau oleh dr. Hendri Adhi Saputra, Sp.OG, FISOG. Pelantikan kemudian dilakukan oleh Ketua IDI Wilayah Riau, dr. Marhan Effendi, M.H., C.M.C., dan dilanjutkan dengan pembacaan janji pengurus yang dipimpin Ketua Umum PB PEROSI, Dr. dr. Tirza Z. Tamin, Sp.K.F.R., M.S.(K), FIPM (USG).
Usai dilantik, dr. Romy Deviandri menegaskan komitmennya agar PEROSI Riau tidak sekadar menjadi organisasi formal, tetapi benar-benar membawa dampak bagi masyarakat.
“Saya berharap PEROSI Riau tidak berhenti pada sebuah struktur organisasi atau sekadar nama di atas kertas. PEROSI Riau harus hadir, bergerak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dia mengatakan, osteoporosis sebagai silent disease yang sering tidak disadari masyarakat hingga terjadi patah tulang.
Oleh karena itu, kepengurusan baru PEROSI Riau akan fokus pada deteksi dini, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, edukasi publik, serta kolaborasi lintas sektor dengan rumah sakit, pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi, dan komunitas masyarakat.
Setelah seremoni pelantikan, acara dilanjutkan dengan simposium ilmiah yang mengangkat berbagai topik kesehatan tulang.
Pembahasan mencakup deteksi dini osteoporosis, penatalaksanaan fragility fracture, pencegahan fraktur berulang, hingga pemilihan terapi farmakologis yang tepat untuk osteoporosis.
Kepengurusan baru beserta rangkaian kegiatan ilmiah ini diharapkan mampu memperkuat upaya promotif, preventif, dan penatalaksanaan osteoporosis di Riau, sekaligus mendorong masyarakat tetap aktif, mandiri, dan memiliki tulang sehat hingga usia lanjut.








