BERTUAHPOS.COM – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau masih menyisakan pekerjaan besar bagi Tim Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera. Pada Kamis, 10 September 2026, personel masih berjibaku memadamkan api di Bengkalis, Dumai, Siak, dan Indragiri Hulu.
Sejumlah lokasi dilaporkan belum padam. Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menyebut operasi pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan personel sesuai kebutuhan.
“Tim Manggala Agni masih melakukan operasi pemadaman di beberapa lokasi karhutla yang sampai saat ini belum padam,” kata Ferdian, Jumat, 11 September 2026.
Lokasi dengan penanganan terpanjang berada di Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Kebakaran di wilayah kerja Daops Rengat itu telah memasuki hari ke-14. Perkiraan luas lahan yang terbakar mencapai 20 hektar, dan dua regu Manggala Agni masih diterjunkan.
Di Daops Dumai, kebakaran terbesar terpantau di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sei Sembilan, Kota Dumai. Api telah memasuki hari keenam dengan perkiraan luas lahan terbakar mencapai 40 hektar di area penggunaan lain (APL). Dua tim dari Daops Dumai dibantu satu regu BKO dari Daops Labuhanbatu Selatan. Hingga Kamis siang, kondisi api masih belum padam.
Masih di Daops Dumai, tim juga menangani Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Kebakaran di lahan masyarakat itu memasuki hari kedua dan belum padam. Satu tim dikerahkan ke lapangan.
Kemudian, di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, kebakaran sudah berlangsung tujuh hari. Luas lahan yang terbakar diperkirakan 7 hektar. Satu tim Manggala Agni masih melakukan penanganan.
Ferdian menegaskan fokus personel tertuju pada pemadaman dan pengendalian agar api tidak meluas. “Untuk lokasi yang masih terbakar, personel tetap kami fokuskan pada upaya pemadaman dan pengendalian agar api tidak terus meluas,” ujar Ferdian.
Di Daops Siak, operasi pemadaman berlangsung di dua titik. Desa Sukamulya, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, dilanda kebakaran selama lima hari. Luas lahan yang terbakar diperkirakan 18 hektar, dengan dua regu dikerahkan dan kondisi masih belum padam.
Sementara di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, penanganan memasuki hari kedua. Lokasi yang berada di APL itu sudah masuk tahap mopping up atau pendinginan. Tim juga mengecek kembali titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api.
Ferdian mengakui lamanya penanganan di sejumlah lokasi menjadi tantangan bagi petugas. Kondisi lapangan membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama.
“Penanganan di lapangan terus dilakukan sampai api benar-benar padam. Setelah pemadaman, tim juga melakukan pengecekan dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala,” ujarnya.
Ia menambahkan, personel Manggala Agni akan terus menangani lokasi-lokasi yang masih terbakar. Langkah pengendalian diambil agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lain. “Yang paling penting adalah api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Tim di lapangan tetap bekerja melakukan pemadaman sesuai kondisi masing-masing lokasi,” ujar Ferdian.
Operasi pemadaman dilakukan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan. Setelah api padam, tim melakukan pengecekan dan pendinginan. Tujuannya memastikan tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.









