BERTUAHPOS.COM — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau sudah mulai memetakan komoditi yang berpotensi mengalami gejolak menjelang Natal dan Tahun Baru. Langkah ini merupakan upaya antisipasi dini risiko lonjakan harga yang biasa terjadi pada akhir tahun.
Direktur Utama PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menyatakan pemetaan ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi. Pihaknya berkolaborasi dengan Bank Indonesia untuk memperkuat antisipasi tersebut.
“Kami bersama dengan TPID Riau sudah mulai melakukan pemetaan terhadap komoditi yang berpotensi melonjak harganya di saat Natal dan Tahun Baru. Makanya kemarin salah satu rapat di BI itu antisipasi risiko kelonjakan harga menjelang Natal dan Tahun Baru di tahun ini,” ujar Ade, Rabu, 12 Agustus 2026, di Pekanbaru.
Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditi mana saja yang paling rentan terdampak peningkatan permintaan. Dengan demikian, intervensi pasar dapat dilakukan lebih dini.
Komoditi pangan seperti cabai, bawang, daging, dan telur biasanya mengalami lonjakan permintaan menjelang akhir tahun. Hal ini dipicu oleh peningkatan konsumsi masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
PT Riau Pangan Bertuah melalui Toko Pangan akan berperan sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga. Ketersediaan stok di gerai-gerai tersebut akan menjadi prioritas untuk meredam gejolak.
“Ini nanti kami akan kolaborasi sama BI. Insya Allah BI selalu siap support untuk membantu kita dalam menjaga stabilitas harga menjelang akhir tahun,” kata Ade.
Ade menyebut, kolaborasi ini meliputi penyediaan data komoditi strategis dan koordinasi distribusi pasokan. Bank Indonesia diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemantauan harga di seluruh kabupaten dan kota di Riau.









