• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 22, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Gelar Diskusi Publik, LPIP Hadirkan Para Pakar Ulas Masa Depan Pendidikan Islam dan Degradasi Moral

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
1 Agustus 2026
Gelar Diskusi Publik, LPIP Hadirkan Para Pakar Ulas Masa Depan Pendidikan Islam dan Degradasi Moral

Foto: Bertuahpos / Melba

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) menggelar diskusi publik yang menyoroti krisis karakter generasi muda yang dinilai berakar dari kerusakan sistem pendidikan. Para pakar mendesak penguatan kebijakan publik dan sinergi multisektor untuk memastikan pendidikan Islam menjadi solusi atas degradasi moral bangsa.

Diskusi publik ini digelar di Islamic School of Riau Global Terpadu (IRGT), Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Sabtu, 1 Augustus 2026. Adapun pemateri yang dihadirkan yakni Ketua LPIP, Prof. Dr. Aladin Koto;  Anggota DPR RI, Dr. Achmad; Diapora Indonesia/Direktur Poltek BBC; Prof. Dr. Jaswar Koto; Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau, Prof. Dr. Junaidi dan Pendiri Islamic School of Riau Global Terpadu Drs. Jasman Jaiman.

Dalam kesempatan itu, Ketua LPIP sekaligus Guru Besar UIN Suska Riau, Prof. Aladin Koto, menegaskan bahwa kerusakan generasi tidak bisa diatasi hanya dengan memperbaiki kualitas guru. Menurutnya, persoalan ini bersifat sistemik sehingga kunci perbaikannya harus dimulai dari pemerintah pusat.

“Kalau bicara pendidikan, tidak cukup hanya bagaimana menjadi guru yang baik. Ini semua sistem. Apabila pendidikan sudah rusak, ilmunya rusak, maka rusaklah bangsanya. Oleh sebab itu, memperbaiki kerusakan ini tidak cukup dari bawah, kuncinya ada di pusat,” ujar Aladin Koto.

Menurutnya, orang tua adalah pihak yang paling pantas menerima penghargaan atas selesainya pendidikan anak. Oleh karena itu, tanggung jawab membangun generasi harus dikembalikan pada penguatan sistem dari atas. “Mewujudkan pendidikan Islam yang ideal itu memerlukan sinergi multisektor. Kami tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” tambah Aladin Koto.

Senada dengan itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad, menyoroti pentingnya regulasi yang kuat. Melalui UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, pemerintah daerah kini tidak bisa lagi mengabaikan anggaran untuk pendidikan agama.

Achmad menekankan bahwa pesantren sudah lebih dulu eksis sebelum Indonesia merdeka dan terbukti mencetak generasi berkarakter. “Masalah generasi kita adalah masalah karakter yang berkaitan dengan nilai-nilai etika moral. Makanya, sistem pendidikan kita harus melakukan pendekatan moral yang lebih kuat, khususnya di bidang keagamaan,” tegasnya.

Dari perspektif teknologi dan budaya global, Direktur Poltek BBC Prof. Jaswar Koto, membandingkan degradasi di Indonesia dengan praktik di Jepang. Di sana, anak-anak dididik untuk menghormati dan berterima kasih kepada orang tua serta guru sejak dini, bukan membanggakan jabatan orang tuanya.

Ia mencontohkan bahwa di Jepang, peringkat akademik tidak menjadi prioritas utama sebelum jenjang SMA. “Yang terpenting adalah akhlaknya. Kedekatan antara guru, murid, dan orang tua itulah yang membentuk karakteristik anak didik. Nanti setelah SMA barulah mereka diarahkan sesuai minatnya,” ujar Jaswar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau Prof. Junaidi, mengkritisi upaya kelompok tertentu yang ingin menghilangkan dikotomi antara pendidikan agama dan umum. Ia memperingatkan agar nomenklatur “madrasah” tidak dihapus dari rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru.

Menurutnya, pemisahan Kementerian Pendidikan dengan Kementerian Agama dalam urusan pendidikan jangan sampai menjadi sekat yang kaku.

“Jangan sampai pemisahan itu membuat kita memisahkan substansi pendidikan sekuler dan agama. Pendidikan Islam harus menjadi solusi atas masalah yang dihadapi saat ini,” ujarnya.

Prof. Junaidi juga menyoroti tantangan digitalisasi yang membuat pelajar lebih banyak menyerap informasi dari media sosial daripada dari sekolah. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan untuk diujikan, melainkan harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendiri IRGT School Dr. Jasman Jaiman, mengamini bahwa dunia saat ini berkembang lebih cepat, namun krisis karakter justru semakin nyata. Pihaknya berkomitmen menghadirkan generasi yang memiliki kesadaran spiritual dan intelektual yang tinggi.

“Pendidikan Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain. Sekolah itu harus bisa membuat siswanya mau belajar,” kata Jasman.

Tags: Berita PekanbaruedukasipendidikanRegionalriau
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN
Lingkungan

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

...

Read moreDetails
Inilah 4 Tempat Wisata di Riau yang Populer, Nomor 3 Ada Chinatown Versi Mini

Inilah 4 Tempat Wisata di Riau yang Populer, Nomor 3 Ada Chinatown Versi Mini

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

Pasar Kodim Pekanbaru Sepi, Kios Barang Bekas Banyak Tutup

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Luncurkan Poliklinik Utama dan Unit Darah Mandiri, RSUD Arifin Achmad Targetkan Kemandirian Penuh

RSUD Arifin Achmad Kejar Predikat Paripurna di Tengah Standar Baru Kemenkes

FiberStar Hadirkan Solusi Teknologi Terintegrasi untuk Dukung Kebutuhan Bisnis di Pekanbaru

FiberStar Hadirkan Solusi Teknologi Terintegrasi untuk Dukung Kebutuhan Bisnis di Pekanbaru

Next Post
Mie Goreng Kemerdekaan Hadir di KHAS Pekanbaru Hotel, Nikmati Menu Spesial HUT ke-81 RI Mulai Rp35 Ribu

Mie Goreng Kemerdekaan Hadir di KHAS Pekanbaru Hotel, Nikmati Menu Spesial HUT ke-81 RI Mulai Rp35 Ribu

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.