BERTUAHPOS.COM — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Kemenkomdigi Nezar Patria menegaskan hilirisasi kelapa sawit menjadi kunci pengembangan ekonomi Riau sekaligus sumber energi masa depan. Provinsi dengan 3,8 juta hektar lahan sawit ini menyumbang 20 persen produksi nasional dan memiliki cadangan migas signifikan.
Nezar Patria yang juga Sekretaris Jenderal PP KAGAMA mengungkapkan potensi besar Riau dalam mendukung agenda hilirisasi nasional. Program biodiesel seperti campuran B50 akan menjadikan sawit sebagai komoditas strategis ke depan.
“Riau merupakan wilayah yang sangat penting, baik dalam khazanah kebudayaan Melayu, maupun secara lanskap sosial dan ekonomi nasional. Terdapat sekitar 3,8 juta hektar lahan sawit di sini, yang menyumbang sekitar 20 persen dari total produksi sawit nasional,” ujar Nezar di Pekanbaru, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurutnya, minyak bumi dan kelapa sawit selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Riau. Seiring kebijakan nasional yang berfokus pada hilirisasi, komoditas sawit akan memiliki nilai strategis yang semakin besar.
Pemerintah tengah mempercepat pengembangan industri hilir berbasis sawit agar menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Pemanfaatan sawit sebagai sumber energi terbarukan melalui peningkatan campuran biodiesel menjadi salah satu fokus utama.
“Minyak bumi dan sawit selama ini menjadi tumpuan. Terkait sawit, komoditas ini menjadi kian krusial karena pemerintah sedang gencar menjalankan program hilirisasi nasional. Kita sedang mendorong bagaimana produk turunan sawit bisa menjadi sumber energi masa depan, seperti program campuran B50 dan sebagainya,” jelasnya.
Arah kebijakan tersebut menjadikan posisi Riau semakin penting dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Seluruh elemen masyarakat perlu mengambil bagian agar potensi tersebut mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya.
“Kami melihat Riau memiliki modal besar untuk menjadi motor hilirisasi sawit nasional. Kekayaan sumber daya alam ini harus diolah secara optimal untuk menciptakan nilai tambah bagi daerah dan negara,” kata Nezar.
Selain sawit, Riau juga memiliki komoditas kelapa yang melimpah serta cadangan minyak dan gas bumi yang cukup besar. Kombinasi sumber daya alam ini menempatkan Riau sebagai salah satu provinsi paling strategis di Indonesia.
“Dengan potensi yang begitu besar, Riau harus menjadi contoh sukses hilirisasi. Kami mendorong kolaborasi semua pihak agar produk turunan sawit mampu bersaing di pasar global,” tegas Nezar.









