BERTUAHPOS — Harga emas dunia di pasar spot ditutup melemah 0,22 persen ke level US$4.612,5 per troy ons pada penutupan perdagangan Jumat, 1 Mei 2026.
Dikutip dari Bloombergtechnoz, pelemahan itu membuat logam mulia mencatatkan koreksi sebesar 2,06 persen secara point-to-point sepanjang pekan ini.
Ini menjadi pekan kedua berturut-turut harga emas tertekan di tengah pengawasan ketat pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ketegangan bersenjata di Iran yang pecah sejak akhir Februari lalu dilaporkan belum menunjukkan sinyal mereda hingga akhir pekan ini.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut angkat bicara soal perkembangan negosiasi dengan pihak Iran yang dinilai masih buntu.
Pernyataannya langsung mempengaruhi sentimen pasar yang sudah rapuh akibat ketidakpastian geopolitik global.
“Mereka (Iran) bilang mau mencapai kesepakatan, tetapi saya tidak puas. Kami sudah bicara dengan Iran, kita lihat apa yang akan terjadi. Namun saya bisa bilang saya tidak senang,” kata Trump.
Ketegangan itu sekaligus mendorong harga komoditas energi ikut bergejolak. Minyak mentah jenis brent menguat 3,32 persen dalam sepekan, gas alam melonjak 3,95 persen, dan batu bara naik 2,84 persen pada periode yang sama.
Lonjakan harga energi global memunculkan kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan dan mempersulit ruang gerak bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Kondisi suku bunga yang bertahan di level tinggi secara langsung menekan daya tarik emas sebagai aset non-yielding yang tidak memberikan imbal hasil.
Analisis teknikal mingguan menunjukkan Relative Strength Index (RSI) emas berada di posisi 52, mengindikasikan zona bullish namun cenderung netral.
Sementara itu, Stochastic RSI bertengger di level 5 yang mencerminkan kondisi jenuh jual atau oversold pada aset logam mulia ini.
Memasuki perdagangan pekan depan, emas berpeluang menguat dengan titik pivot di level US4.733 per troy ons sebagai acuan utama.
Jika momentum naik terbentuk, harga berpotensi menguji resisten terdekat di US4.765 hingga target terjauh di kisaran US$4.973 per troy ons.
Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, level US4.596 per troy ons diprediksi menjadi area support terdekat yang perlu diperhatikan.
Risiko koreksi lebih dalam dapat membawa harga emas menuju US4.556 hingga level paling pesimistis di angka US$4.446 per troy ons.[]









