BERTUAHPOS – Pemerintah Provinsi Riau mempercepat langkah pengamanan pasokan pangan strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 2026.
Melalui BUMD pangan PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Pemprov Riau menjalin kerja sama lintas daerah dengan koperasi tani di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung Bank Indonesia Provinsi DIY, Selasa, 3 Maret 2026, dan disaksikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, bersama sejumlah pejabat Bank Indonesia dan perangkat daerah terkait.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Riau untuk menjaga ketersediaan bahan pangan utama, khususnya cabai merah dan bawang merah, menjelang Ramadan hingga Idulfitri.
“Kami berkomitmen membeli hasil panen koperasi, dan koperasi siap memasok serta berbagi ilmu budidaya untuk pengembangan di Riau,” ujar Ade.
Dalam kerja sama tersebut, RPB menggandeng Koperasi Tani Kabupaten Sleman dan Koperasi Tani Kabupaten Magelang untuk pasokan cabai merah, serta Koperasi Tani Brebes sebagai pemasok bawang merah. Kolaborasi ini juga mendapat dukungan fasilitasi dari Bank Indonesia Perwakilan Riau.
Menurut Ade, skema kerja sama tidak hanya berfokus pada distribusi komoditas, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan pertanian. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani lokal Riau dalam pengembangan budidaya cabai dan bawang merah ke depan.
Pemprov Riau menilai diversifikasi sumber pasokan menjadi kunci untuk menekan potensi lonjakan harga pangan saat permintaan meningkat menjelang hari besar keagamaan. Dengan pasokan yang lebih terjamin, stabilitas harga di tingkat konsumen diharapkan tetap terjaga.
Selain memperkuat suplai antarwilayah, pemerintah daerah juga mengintensifkan operasi pasar murah selama Ramadan. Hingga awal Maret 2026, tercatat sebanyak 35 kegiatan operasi pasar telah digelar di berbagai daerah guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi pangan.***









