BERTUAHPOS — Pemerintah Provinsi Riau memastikan ketersediaan bahan pangan hewani seperti telur ayam, daging ayam, dan daging sapi masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Meski sebagian pasokan didatangkan dari luar daerah, kondisi stok dinilai aman dan terkendali.
Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir, secara umum ketersediaan komoditas peternakan di seluruh kabupaten/kota masih cukup. Pemerintah terus memantau distribusi dan pasokan agar tidak terjadi kelangkaan.
“Untuk stok telur ayam, daging ayam, dan daging sapi secara keseluruhan masih aman. Memang ada sebagian yang didatangkan dari luar daerah, tetapi ketersediaannya tetap mencukupi,” ujar Mimi.
Dari sisi harga, Mimi mengakui terjadi fluktuasi, namun masih dalam batas wajar dan relatif stabil di tingkat masyarakat. Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga telur ayam ras berkisar antara Rp55.000 hingga Rp60.000 per papan, tergantung ukuran telur.
Sementara itu, harga daging ayam berada pada kisaran Rp32.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Adapun daging sapi dijual sekitar Rp150.000 hingga Rp155.000 per kilogram. Harga tersebut merupakan rata-rata di berbagai daerah di Riau.
Selain memastikan ketersediaan pangan, Dinas Peternakan juga mengembangkan program penyediaan bibit ternak unggul melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT). Program ini ditujukan untuk meningkatkan populasi ternak sekaligus mendukung peternak lokal.
Menurut Mimi, program tersebut juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2025, pendapatan dari sektor ini bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Kami juga mempromosikan bibit ternak unggul ini melalui berbagai media, termasuk kepada provinsi lain. Saat ini sudah ada lima provinsi yang melakukan pembelian,” jelasnya.
Ia menyebutkan, retribusi dari program tersebut sebelumnya mencapai sekitar Rp100 juta dan berpotensi meningkat pada tahun-tahun berikutnya, seiring peningkatan produksi dan permintaan.
Di sisi lain, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian tengah menyiapkan program strategis nasional berupa pembangunan kawasan peternakan terpadu. Program ini mencakup pabrik pakan ternak, peternakan ayam petelur dan pedaging, fasilitas cold storage, hingga industri pengolahan daging.
Pemerintah Provinsi Riau telah mengusulkan lahan sekitar 10 hektare dari total 40 hektare yang tersedia untuk mendukung program tersebut. Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Selain itu, program tersebut juga direncanakan melibatkan lulusan SMK bidang pertanian dan peternakan melalui kerja sama praktik kerja dan penyerapan tenaga kerja di sektor peternakan.
Pemprov Riau berharap pengembangan sektor peternakan secara terintegrasi ini dapat memperkuat produksi dalam daerah, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar, serta menjaga stabilitas harga pangan hewani bagi masyarakat.***









