Karhutla melanda 11 daerah di Riau awal 2026 dengan luas 1.041 hektare. Pelalawan paling parah. Pemadaman dilakukan tim gabungan dan OMC.
BERTUAHPOS — Riau tetap tidak luput dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di awal tahun 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat kebakaran terjadi di 11 kabupaten/kota dengan total luasan mencapai 1.041,74 hektare.
Kepala BPBD Damkar Riau M. Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, wilayah terdampak meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta Kota Dumai dan Pekanbaru. “Total ada 11 daerah di Riau yang mengalami karhutla dengan luasan mencapai 1.041,74 hektare,” ujar Jim Gafur, Senin, 23 Februari 2026.
Dari rincian data, kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Pelalawan dengan 612,30 hektare, disusul Bengkalis 201,01 hektare dan Indragiri Hilir 64,70 hektare. Di wilayah lain, Siak tercatat 63,53 hektare, Dumai 30,52 hektare, Kampar 29,50 hektare, Pekanbaru 14,08 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Rokan Hilir 10 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, serta Indragiri Hulu 1,20 hektare.
Selain luasan lahan terbakar, BPBD juga mendeteksi 1.849 hotspot atau titik panas dan 128 fire spot atau titik api di berbagai wilayah terdampak. Meski demikian, tim gabungan melaporkan sebagian besar kebakaran telah berhasil dikendalikan. Hujan yang turun merata di sejumlah wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir turut membantu proses pemadaman.
Penanganan karhutla melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, hingga perusahaan di sekitar lokasi kebakaran. Pemerintah Provinsi Riau juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla guna mempercepat koordinasi dan penanganan di lapangan.
Selain pemadaman darat, upaya pencegahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan, terutama di wilayah pesisir seperti Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Bengkalis. “OMC difokuskan di wilayah pesisir Riau, dengan total sekitar 7 ton garam (NaCl) telah disemai untuk memicu hujan,” jelas Jim.***









