BERTUAHPOS — Lima event wisata budaya dari Riau masuk dalam ajang Karisma Event Nusantara (KEN 2026). Kelimanya adalah, Buaya Perang Air, Pacu Jalur, Bakar Tongkang, Festival Subayang dan Kenduri Riau.
“Agenda wisata daerah yang telah masuk dalam KEN harus dijaga keberlanjutannya. Ini merupakan pengakuan nasional yang tidak boleh berhenti pada status semata, tapi kualitas penyelenggaraannya harus kami tingkatkan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas, di Pekanbaru.
Sejumlah event budaya yang masuk dalam KEN 2026 menjadi penanda bahwa keberadaannya telah diakui secara nasional dan menjadi bagian dari kalender resmi pariwisata nasional.
Ajan itu, menurut Pribadi, akan memberikan dampak luas terhadap subsektor lainnya yang berkaitan erat dengan kepariwisataan di daerah. Tidak hanya meningkatkan eksposur di tingkat nasional, tetapi juga membuka peluang promosi ke pasar internasional.
“Secara langsung ini bisa mempromosikan pariwisata Riau di tingkat nasional, bahkan internasional,” katanya.
Menurutnya, bagi Pemprov Riau, pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Selain itu, letak geografis Riau yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia dinilai menjadi potensi besar yang harus dimanfaatkan secara optimal. Kedekatan wilayah tersebut dinilai sangat strategis untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.
“Dengan posisi geografis ini, kita punya peluang besar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik nasional maupun mancanegara,” ujarnya.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026, sebanyak 125 event budaya dari 38 provinsi di Indonesia resmi ditetapkan sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara 2026.
Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan atas kualitas penyelenggaraan event daerah yang dinilai mampu menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.
Dalam keputusan tersebut, Provinsi Riau berhasil meloloskan lima agenda wisata unggulan ke dalam kalender event nasional. Capaian ini menunjukkan konsistensi Riau dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang memiliki daya saing di tingkat nasional.***









