BERTUAHPOS — Harga emas di bursa berjangka Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan dini hari, menembus rekor baru di atas USD4.900 per ounce. Penguatan emas ditopang oleh pelemahan dolar AS serta ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Dikutip dari IpotNews, pasar global memproyeksikan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebanyak dua kali masing-masing 25 basis poin pada paruh kedua tahun ini. Ekspektasi tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data perdagangan, harga emas spot melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa di level USD4.917,65 per ounce. Sementara itu, emas berjangka AS menguat 1,6 persen dan ditutup di posisi USD4.913,4 per ounce.
Sentimen positif juga datang dari data ekonomi Amerika Serikat. Laporan terbaru belanja konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) menunjukkan peningkatan pada Oktober dan November.
Kondisi ini menandai pertumbuhan ekonomi yang solid selama tiga kuartal berturut-turut. Data tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa tekanan inflasi mulai mereda, membuka ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter.
Penguatan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot melesat ke rekor tertinggi di USD96,58 per ounce. Sementara itu, platinum melonjak 4,6 persen ke level tertinggi sepanjang masa USD2.601,03 per ounce, dan paladium menguat 3,3 persen ke posisi USD1.900,59 per ounce.
Kenaikan tajam harga logam mulia mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset defensif, seiring ekspektasi penurunan suku bunga dan fluktuasi pasar keuangan global.***









