• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Strategi Pemprov Optimasi PAD 2026, Ini Kata Sekdaprov Riau

Pemprov Riau optimis PAD 2026 naik lewat optimalisasi pajak alat berat dan air permukaan yang selama ini belum tergarap maksimal.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
19 Januari 2026
Strategi Pemprov Riau Akan untuk Optimasi PAD Riau 2026, Ini Kata Sekdaprov

Pemprov Riau akan optimalkan pajak alat berat dan air permukaan untuk PAD Riau 2026.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Pemprov Riau optimis bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dioptimalkan dengan memaksimalkan pendapatan di sektor pajak alat berat dan air permukaan. Kedua sektor ini akan menjadi fokus utama, mengingat selama ini belum tergarap secara maksimal.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yakin bahwa kontribusi dua jenis pajak tersebut terhadap PAD masih jauh dari potensi riil yang seharusnya bisa diperoleh. Saat ini, sumbangannya baru berkisar puluhan miliar rupiah per tahun.

“Kalau kita hitung secara menyeluruh, angka itu baru sebagian kecil dari potensi sebenarnya. Masih banyak ruang yang bisa kita optimalkan,” ujar Syahrial Abdi di Pekanbaru, Senin, 19 Januari 2026.

Riau dikenal sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas industri cukup padat. Ratusan perusahaan beroperasi di sektor perkebunan, kehutanan, hingga manufaktur, termasuk pabrik kelapa sawit dan kelapa yang sangat bergantung pada pasokan air permukaan dalam proses produksinya.

Air permukaan menjadi komponen vital dalam siklus produksi industri. Namun, selama ini pemanfaatannya belum sepenuhnya diimbangi dengan kontribusi fiskal yang sepadan bagi daerah.

Menurut Syahrial, Pemprov Riau telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap objek pajak air permukaan. Perhitungan potensi pendapatan juga telah disusun secara teknokratis dengan mempertimbangkan kapasitas produksi dan kebutuhan air masing-masing sektor industri.

“Pemetaan sudah kita lakukan, rumusan penghitungan objek pajak juga sudah disiapkan. Tinggal kita optimalkan implementasinya,” kata Syahrial.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Riau telah meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau untuk mendata mesin-mesin produksi yang digunakan oleh seluruh sektor industri yang beroperasi di wilayah Riau.

Pendataan tersebut mencakup kapasitas produksi, jenis mesin, hingga kebutuhan air per satuan produksi. Data ini nantinya akan menjadi dasar dalam menetapkan standar minimal perhitungan pajak air permukaan yang lebih akurat dan adil.

“Misalnya pabrik kelapa sawit, kita hitung kapasitas produksi per ton, lalu kita standarkan kebutuhan airnya. Dari situ kita bisa menghitung potensi pajak secara objektif,” jelasnya.

Selain pajak air permukaan, pajak alat berat juga menjadi perhatian serius Pemprov Riau. Banyak alat berat yang digunakan dalam kegiatan industri dan pertambangan, namun belum seluruhnya tercatat dan dikenakan pajak secara optimal.

Optimalisasi dua sektor ini dinilai sejalan dengan upaya Pemprov Riau memperkuat kemandirian fiskal daerah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat.

Syahrial Abdi optimistis, jika potensi pajak air permukaan dan alat berat dapat digarap secara konsisten dan berkelanjutan, kontribusinya terhadap PAD akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau dua sektor ini bisa kita optimalkan, InsyaAllah PAD Riau akan terdongkrak dan berdampak langsung pada kekuatan APBD,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan PAD bukan semata-mata untuk mengejar angka, tetapi untuk memperluas ruang fiskal daerah dalam membiayai pembangunan, pelayanan publik, serta program strategis yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat Riau.***




 

Tags: finansialpajak daerahpemerintahanriau
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun
Ekonomi

APBDP Riau 2026 Diprioritaskan untuk Utang Tunda Bayar dan Infrastruktur

...

Read moreDetails
Cuaca Riau Hari Ini Sabtu 9 Mei 2026, Cek Selengkapnya

Cuaca Riau Hari Ini, Asap Masih Pekat, 11 Titik Panas Terdeteksi

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Warga Riau dan Kepri Desak Pencabutan Izin Tambang dan PSN

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

Riau Kantongi Restu Kemenhut untuk Proyek Perdagangan Karbon

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri

APBD Perubahan 2026 Tunggu Evaluasi Kemendagri

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Next Post
Inilah Sosok Asli Popeye, Pelaut dengan Pipa Rokok yang Suka Makan Bayam

Inilah Sosok Asli Popeye, Pelaut dengan Pipa Rokok yang Suka Makan Bayam

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.