BERTUAHPOS — Harga emas dunia kembali menguat tipis di atas level USD 4.350 pada awal sesi perdagangan Eropa, Selasa, 30 Desember 2025.
Dilansir dari FXStreet, penguatan ini terjadi setelah logam mulia tersebut sempat anjlok 4,5% pada sesi sebelumnya, penurunan harian terbesar sejak Oktober, akibat aksi ambil untung dan penyesuaian portofolio menyusul kenaikan persyaratan margin kontrak berjangka emas dan perak oleh CME Group.
Kebijakan CME yang mewajibkan trader menyetor dana tambahan sebagai jaminan transaksi memicu tekanan jual besar. Namun, analis menilai ruang penurunan emas berpotensi terbatas karena pasar masih melihat peluang pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada 2026.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya mengurangi biaya peluang memegang emas, sehingga mendukung aset tanpa imbal hasil ini.
Selain faktor moneter, ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya tensi geopolitik kembali memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Pasar juga mencermati perkembangan situasi Rusia–Ukraina setelah Moskow menuding Ukraina melakukan serangan drone ke wilayah Rusia, meski telah dibantah Kyiv.
Dari sisi ekonomi Amerika Serikat, data menunjukkan Penjualan Rumah Tertunda naik 3,3% pada November, melampaui ekspektasi.
Namun, pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait arah kebijakan suku bunga di era kepemimpinannya kembali memunculkan kekhawatiran soal independensi The Fed.
Saat ini, pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Januari sekitar 16,1% berdasarkan CME FedWatch Tool.
Sementara itu, aktivitas perdagangan emas diperkirakan tetap tipis menjelang libur Tahun Baru. Pelaku pasar juga menunggu rilis Risalah FOMC sebagai arah baru pergerakan.
Analisis Teknis: Bias Bullish Bertahan, Konsolidasi Masih Mungkin Terjadi
Secara teknikal, emas masih bergerak dalam tren positif karena bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 100 hari pada grafik harian.
Bollinger Bands yang melebar menunjukkan volatilitas meningkat, meski indikator RSI 14-hari yang berada dekat garis tengah menandakan momentum jangka pendek masih netral.
Level resistance terdekat berada di kisaran USD 4.520. Penembusan kuat di atasnya berpotensi membawa emas kembali menguji rekor tertinggi di USD 4.550, bahkan menuju level psikologis USD 4.600.
Sebaliknya, area USD 4.305–4.300 menjadi support awal. Jika harga menembus ke bawah level tersebut, koreksi dapat berlanjut ke area USD 4.271, yang merupakan level terendah 16 Desember.***









