BERTUAHPOS — IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan bergerak variatif yang cenderung melemah pada perdagangan hari ini, Senin, 29 Desember 2025.
Pergerakan IHSG yang cenderung turun setelah pasar saham yang diperdagangkan sebelumnya pada Selasa, 24 Desember ditutup melemah di angka 0,55% ke level 8.537.
IHSG saat ini masih memiliki gap di area 8.554—berdasarkan riset harian organisasi riset dan perdagangan saham WH Project. Adapun koreksi indeks telah terjadi di level tersebut dan bahkan berlanjut hingga menembus area di bawahnya.
Analis WH Project, William Hartanto, sebagaimana dilansir Bertuahpos dari laman resmi Ipot News, menyatakan bahwa pergerakan IHSG diproyeksikan berada dalam rentang 8.500 hingga 8.604.
“Pasar masih berpotensi bergerak mixed di tengah kecenderungan bearish,” jelasnya.
Kata William, meski IHSG berpeluang melanjutkan tren bearish, namun jika terjadi breakout awal, indeks diperkirakan akan memasuki fase retest.
Kondisi ini membuat pergerakan IHSG pada awal pekan cenderung variatif karena pasar tengah menguji kemampuan indeks untuk kembali menuju area gap.
pelemahan IHSG pada perdagangan Rabu lalu mengindikasikan potensi pembentukan tren bearish. Meski demikian, peluang pergerakan mixed tetap terbuka untuk menguji area gap yang ada.
“Apabila terjadi penguatan kembali ke area gap, maka pada dua hari terakhir perdagangan tahun ini IHSG berpeluang membentuk rekor tertinggi baru (all-time high) pada awal 2026,” ujar William.
Untuk perdagangan awal pekan ini, WH Project merekomendasikan pelaku pasar untuk mencermati dan mengakumulasi pembelian saham ASII, HRTA, EMAS, dan MARK.***









