BERTUAHPOS — Harga CPO atau minyak sawit mentah di pasar kontrak berjangka Malaysia diperkirakan masih akan bergerak bearish pada perdagangan pekan ini. Meningkatnya tingkat stok serta lemahnya permintaan dari pembeli dianggap menjadi penyebab mengapa harga masih tertekan.
Pedagang minyak sawit, David Ng, menyebut kondisi pasar saat ini belum didukung sentimen positif yang kuat. “Kenaikan stok dinilai menjadi faktor utama yang menekan pergerakan harga CPO di pasar berjangka,” ujarnya dilansir dari Bernama, Senin, 22 Desember 2025.
Selain faktor pasokan, Ng mengatakan permintaan yang belum pulih sepenuhnya juga berpotensi membatasi peluang penguatan harga. Situasi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi beli.
Ia memperkirakan harga CPO pekan depan akan bergerak di kisaran RM3.800 hingga RM4.050 per ton, seiring minimnya katalis penggerak pasar dalam jangka pendek.
Secara mingguan, kontrak spot CPO menunjukkan tren penurunan. Kontrak Desember 2025 turun RM88 menjadi RM3.892 per ton, sedangkan kontrak Januari 2026 melemah RM99 ke level RM3.904 per ton.
Tekanan harga berlanjut pada kontrak Februari hingga Mei 2026. Kontrak Februari turun RM113 menjadi RM3.905 per ton, Maret turun RM117 menjadi RM3.911 per ton, April melemah RM119 ke RM3.916 per ton, dan Mei turun RM120 menjadi RM3.914 per ton.
Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan mingguan tercatat turun menjadi 408.456 lot dibandingkan 436.257 lot pada pekan sebelumnya. Namun, open interest justru meningkat menjadi 276.507 kontrak, naik dari 263.277 kontrak.
Sementara itu, harga fisik CPO untuk pengiriman Desember wilayah Selatan tercatat turun RM80 menjadi RM3.950 per ton, memperkuat indikasi tekanan pasar di akhir tahun.***









