BERTUAHPOS — Plt Gubernur Riau, Sofyan Franyata (SF) Hariyanto, curhat dan minta maaf kepada seluruh anggota Dharma Wanita Provinsi (DW) Riau yang hadir dalam perayaan HUT DW yang ke 26 di Gedung Daerah Provinsi Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Selasa, 9 Desember 2025.
Permohonan maaf itu disampaikan SF Hariyanto berkaitan dengan kebijakan pemotongan tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 30%—selama 3 bulan di akhir tahun 2025—terhadap para suami mereka yang berstatus ASN di lingkungan Pemprov Riau.
“Kalau dengan suami ibu-ibu saya tak takut. Tapi berhadapan dengan para istrinya, agak payah saya. Oleh sebab itu, saya menyampaikan langsung permohonan maaf kepada ibu-ibu sekalian (atas pemotongan TPP) suaminya, karena memang kondisi anggaran kita saat ini tidak memungkinkan,” ujarnya.
SF Hariyanto merasa perlu untuk menyampaikan hal ini kepada seluruh para istri ASN di lingkungan Pemprov Riau, agar para mereka tidak salah paham dengan jatah uang belanja yang biasa diberikan oleh suaminya.
Dia menjelaskan, pemangkasan TPP pegawai sebesar 30% itu disebabkan oleh turunnya penurunan pendapatan daerah dari tahun ke tahun. Terlebih saat APBD Perubahan Riau 2025 disahkan beberapa bulan lalu.
“Jujur saya katakan, itu semua bukan karena disengaja, tapi memang murnik karena kondisi keuangan daerah,” jelasnya.
Dari total APBD Rp9,4 triliun yang diproyeksikan masuk, realisasi hanya mencapai Rp8,2 triliun sehingga muncul defisit Rp1,2 triliun. Pemprov menekankan bahwa situasi ini terjadi, salah satunya karena tersendatnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat.
“Tapi jangan khawatir, tahun depan kondisi (TPP) sudah normal kembali. Atas nama Pemprov Riau, saya mohon maaf. Pemotongan TPP ini terpaksa dilakukan karena kondisi keuangan,” kata SF Hariyanto.***









