BERTUAHPOS — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,07% ke level 8.414 pada akhir pekan lalu. Meski terkoreksi, munculnya volume pembelian dinilai menjadi sinyal teknikal bahwa bursa domestik masih berpotensi melanjutkan tren penguatan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berada dalam pola wave (iii) dan berpeluang menguat menuju area 8.540–8.577. Namun ia mengingatkan bahwa indeks tetap memiliki potensi menguji support di kisaran 8.311–8.350.
MNC Sekuritas menyampaikan bahwa level support IHSG berada di 8.341 dan 8.276, sedangkan resistance berada di 8.488 dan 8.532. Berdasarkan analisis teknikal, sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati adalah ASII, BBTN, TOBA, dan COCO.
Pada akhir pekan lalu, IHSG mencatat net sell asing sebesar Rp232 miliar. Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain BBCA, BUMI, ADRO, BBRI, dan ANTM, yang menekan pergerakan indeks.
Sementara itu, BNI Sekuritas melihat peluang rebound pada perdagangan hari ini, mengikuti penguatan yang terjadi di bursa Wall Street. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut IHSG berpotensi bergerak naik dengan support di 8.360–8.400 dan resistance di 8.460–8.500.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas merilis enam saham pilihan yang dinilai menarik untuk diperhatikan pelaku pasar. Rekomendasi tersebut meliputi BUMI, ANTM, MBMA, TLKM, UNTR, dan BMRI dengan strategi speculative buy.
BNI Sekuritas menetapkan area beli BUMI di Rp216–220 dengan target Rp224–232, sementara ANTM direkomendasikan pada area beli Rp2.880–2.910 dengan target Rp2.950–2.980. Saham MBMA juga dianalisis menarik di level Rp555–560 dengan potensi kenaikan ke Rp575–595.
Selain itu, TLKM, UNTR, dan BMRI turut masuk daftar saham pilihan BNI Sekuritas dengan target kenaikan jangka pendek. Analis menilai peluang penguatan IHSG masih terbuka, meski pelaku pasar tetap diminta mewaspadai aksi jual asing yang masih berlangsung.***
Sumber: Ipotnews








