BERTUAHPOS — Tokoh masyarakat Riau, Dr drh H Chaidir MM, meninggal dunia pada Selasa petang, 18 November 2025, di Rumah Sakit Prima, Pekanbaru, setelah sebelumnya sempat dirawat karena sakit.
Kepergian Ketua FKMR itu menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Riau. Rumah duka di Jalan Puskopkar Raya, Blok A4 Nomor 8, Kecamatan Pandau Permai, ramai dikunjungi pelayat.
Almarhum drh Chaidir dijadwalkan untuk dikebumikan hari ini, Rabu, 19 November 2025, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandau Permai, Jalan Pasir Putih usai zuhur nanti. Adapun jenazah rencananya akan disalatkan di Masjid Al-Ikhlas.
Kepergian drh Chaidir meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar FKPMR, masyarakat Riau, dan semua yang pernah bekerja serta berjuang bersama beliau. Sosok yang dikenal bijak dan rendah hati ini wafat pada usia 73 tahun, meninggalkan jejak panjang dalam dunia politik, sosial, dan pendidikan di Riau. Semoga seluruh amal baiknya menjadi pahala dan teladan bagi generasi penerus.
Chaidir lahir di Rokan Hulu, 29 Mei 1952, dan dikenal sebagai figur cendekia yang berpengaruh. Ia menyandang gelar Doktor, Magister Manajemen (M.M.), serta Sarjana Kedokteran Hewan (drh.). Pada tahun 2017, ia meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude, menegaskan kapasitas akademiknya yang kuat.
Dalam perjalanan kariernya, Chaidir pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau selama dua periode, 1999–2004 dan 2004–2009. Perannya di legislatif membuatnya dikenal sebagai tokoh yang aktif menyuarakan pandangan kritis dan konstruktif terkait pembangunan daerah.
Kontribusinya juga sangat terasa di FKPMR. Ia memimpin organisasi masyarakat itu selama beberapa periode, dan pada Juli 2025 kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum FKPMR periode 2025–2030. Di bawah kepemimpinannya, FKPMR menjadi wadah perjuangan hak-hak masyarakat Riau serta mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Selain aktif di politik, Chaidir terlibat di berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Riau (2010–2013), Ketua Umum Asosiasi Provinsi PSSI Riau (2013–2017), dan pembina di beberapa institusi pendidikan, termasuk Politeknik Chevron Riau. Pendapatnya kerap menjadi rujukan para birokrat, politisi, akademisi, dan tokoh adat.
Sebagai Ketua FKPMR, Chaidir sering menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, dan berpihak kepada masyarakat. Komitmen dan pengabdiannya membuatnya dikenang sebagai salah satu tokoh senior Riau yang dihormati lintas generasi.***









