BERTUAHPOS.COM, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memutuskan memangkas hampir 75 persen dana rutin Pemprov Jabar untuk dialihkan ke pembangunan infrastruktur.
Bukan tanpa alasan, Dedi menilai, Jabar harus keluar dari pola kerja lama yang hanya sibuk dengan urusan administrasi, tanpa menyentuh akar persoalan masyarakat yakni jalan rusak, irigasi terbengkalai, hingga sekolah yang belum layak.
Dengan kebijakan efisiensi besar-besaran ini, anggaran jalan naik dari Rp400 miliar menjadi Rp4 triliun. Lompatan sepuluh kali lipat itu disebut sebagai bukti keseriusan Pemprov Jabar mempercepat pemerataan pembangunan.
“Kami memangkas hampir 75 persen dana rutin provinsi untuk dialihkan ke pembangunan infrastruktur. Anggaran jalan, misalnya, meningkat dari Rp400 miliar menjadi Rp4 triliun,” kata Dedi Mulyadi.
Ia juga menjelaskan, efisiensi tidak berarti memangkas layanan publik. Sebaliknya, Pemprov Jabar mengoptimalkan pengeluaran yang benar-benar berdampak.
Dedi menegaskan, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus punya manfaat jangka panjang. Selain perbaikan jalan, sektor irigasi dan jaringan listrik turut mendapat perhatian.
Anggaran irigasi yang sebelumnya nol, kini meningkat jadi Rp500 miliar per tahun. Begitu pula jaringan listrik dan penerangan jalan umum yang naik hingga triliunan rupiah.
“Irigasi yang sebelumnya nol kini Rp500 miliar, pemasangan jaringan listrik yang sebelumnya nol kini mencapai Rp500 miliar per tahun,” katanya.
“Penerangan jalan umum yang dulu hanya bernilai Rp20 miliar, kini menyentuh angka Rp1 triliun. Begitu juga dengan perbaikan sekolah, yang sebelumnya nol, kini mencapai Rp1 triliun,” ucap Dedi Mulyadi.
Dedi berharap, kebijakan ini bisa mengubah wajah Jawa Barat menjadi provinsi dengan kualitas infrastruktur yang baik di Indonesia pada tahun 2027, sebelum melanjutkan pembangunan ke tahap selanjutnya pada tahun 2028.***









