BERTUAHPOS — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat di awal pekan ini.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, Senin, 10 November 2025, harga emas Antam naik Rp8.000 ke posisi Rp2.307.000 per gram.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif sejak pekan lalu. Pada Sabtu 8 November 2025, harga emas Antam naik Rp3.000 ke Rp2.299.000 per gram. Sementara pada Jumat, 7 November 2025, harga emas juga menguat Rp9.000 ke Rp2.296.000 per gram.
Lonjakan terbesar terjadi pada Kamis, 6 November 2025, ketika harga emas Antam melesat Rp27.000 ke level Rp2.287.000 per gram. Meski begitu, harga emas Antam masih berada di bawah rekor tertinggi (all time high/ATH) yang tercatat pada 21 Oktober 2025, yaitu Rp2.487.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback emas Antam atau harga pembelian kembali oleh Logam Mulia juga naik Rp8.000 menjadi Rp2.172.000 per gram.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, transaksi jual kembali emas batangan ke Antam dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% untuk pemilik NPWP dan 3% bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut daftar harga emas Antam pada Senin (10/11/2025):
- 0,5 gram: Rp 1.203.500 (naik Rp 4.000)
- 1 gram: Rp 2.307.000 (naik Rp 8.000)
- 2 gram: Rp 4.554.000 (naik Rp 6.000)
- 3 gram: Rp 6.806.000 (naik Rp 2.000)
- 5 gram: Rp 11.310.000 (stabil)
- 10 gram: Rp 22.565.000 (naik Rp 25.000)
- 25 gram: Rp 56.287.000 (naik Rp 102.000)
- 50 gram: Rp 112.492.000 (naik Rp 287.000)
- 100 gram: Rp 224.912.000 (naik Rp 652.000)
- 250 gram: Rp 562.015.000 (naik Rp 1.675.000)
- 500 gram: Rp 1.123.820.000 (naik Rp 3.420.000)
- 1.000 gram: Rp 2.247.600.000 (naik Rp 8.000.000)
Pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP, sesuai regulasi PMK yang sama. Setiap transaksi pembelian disertai dengan bukti potong pajak resmi dari Antam.
Kenaikan harga emas Antam ini turut dipengaruhi oleh penguatan harga emas global dan meningkatnya permintaan investasi logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi global.***









