BERTUAHPOS — Harga perak dunia kembali menguat di awal pekan. Berdasarkan data Kitco, Senin, 10 November 2025, harga perak naik 0,65% ke level US$48,54 per troy ounce saat berita ini ditulis.
Kenaikan ini melanjutkan tren positif akhir pekan lalu. Pada penutupan Sabtu, 8 November 2025, harga perak juga tercatat menguat 0,58% ke posisi US$48,23 per troy ounce.
Menurut Direktur Emas dan Perak Metals Focus, Matthew Piggott, kenaikan harga perak yang tinggi berpotensi mendorong efisiensi di sektor energi surya, mengingat logam tersebut menyumbang sekitar 15% dari total biaya produksi panel surya.
“Produsen kini berupaya mencari cara untuk mengurangi penggunaan perak dalam panel surya,” ujar Piggott, dikutip dari Kitco News. Ia menambahkan, setiap kenaikan US$10 per troy ounce akan memberikan tekanan lebih besar terhadap produsen untuk melakukan inovasi.
Lebih lanjut, Piggott memperkirakan tren kenaikan harga perak bisa berlanjut hingga dua tahun ke depan, tergantung pada perkembangan teknologi energi surya.
Selain itu, harga perak juga terdorong oleh keputusan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) yang menambahkan perak ke dalam Daftar Mineral Kritis 2025.
Langkah ini membuat produksi domestik logam mulia tersebut menjadi prioritas nasional pemerintahan Presiden Donald Trump, sekaligus berpotensi memperketat perdagangan global perak.
Kombinasi faktor energi terbarukan dan kebijakan strategis AS membuat investor memperkirakan perak akan tetap menjadi komoditas unggulan di sektor logam industri dalam jangka menengah.***









