BERTUAHPOS — Selama sepekan perdagangan 20–24 Oktober 2025, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pelemahan signifikan. Berdasarkan data BEI, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) turun 18,86% menjadi Rp22,28 triliun dari Rp27,46 triliun pada pekan sebelumnya.
Volume perdagangan juga ikut terkoreksi. Rata-rata volume transaksi harian tercatat hanya 30,47 miliar saham, anjlok 19,71% dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 37,95 miliar saham per hari.
Penurunan juga terlihat pada frekuensi transaksi harian. Sepanjang pekan, rata-rata frekuensi hanya mencapai 2,36 juta kali, turun 12,91% dibandingkan sepekan sebelumnya sebesar 2,71 juta kali per hari.
Meski aktivitas transaksi melambat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru menunjukkan penguatan. Pada penutupan perdagangan Jumat (24/10), IHSG berakhir di level 8.271 atau naik 4,5% dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya di 7.915.
Namun secara harian, IHSG sempat melemah tipis 0,03% dibandingkan perdagangan Kamis, meski sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di posisi 8.351.
Dengan penguatan IHSG tersebut, kapitalisasi pasar BEI juga ikut meningkat. Nilai kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp15.234 triliun, naik 3,31% dari posisi akhir pekan sebelumnya sebesar Rp14.746 triliun.
Investor asing masih aktif melakukan transaksi di pasar saham. Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (all market) sebesar Rp1,15 triliun.
Namun secara kumulatif sepanjang tahun berjalan 2025, investor asing masih tercatat melakukan penjualan bersih (net foreign sell) senilai.***








