BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 7 Oktober 2025.
Kenaikan ini didorong oleh harga minyak mentah dunia yang lebih kuat, permintaan stabil, serta optimisme terhadap kemajuan program biodiesel Indonesia B50.
Menurut Kepala Penelitian Komoditas Sunvin Group di Mumbai, Anilkumar Bagani, bahwa sentimen pasar membaik. Kondisi itu terjadi setelah Indonesia menyelesaikan uji coba biodiesel dengan kandungan minyak sawit 50%.
Langkah ini diyakini mampu meningkatkan konsumsi minyak sawit secara berkelanjutan. “Selain itu, pasar juga didukung oleh harga minyak mentah yang tinggi dan permintaan yang konsisten dari India,” ujar Bagani dikutip dari Bernama, Rabu, 8 Oktober 2025.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot Oktober 2025 naik RM21 menjadi RM4.406 per ton.
Kontrak November 2025 menguat RM36 ke RM4.444 per ton, dan kontrak Desember 2025 naik RM33 menjadi RM4.470 per ton.
Untuk kontrak jangka panjang, Januari 2026 naik RM35 menjadi RM4.488 per ton, sementara Februari dan Maret 2026 sama-sama meningkat RM36 menjadi masing-masing RM4.483 dan RM4.461 per ton.
Volume transaksi juga melonjak menjadi 55.737 lot dibanding 45.567 lot pada hari sebelumnya. Open interest turut naik menjadi 276.188 kontrak dari 272.369.
Di pasar fisik, harga CPO wilayah South untuk Oktober naik RM10 menjadi RM4.440 per ton.***









