BERTUAHPOS — Harga minyak sawit mentah atau CPO berjangka di Bursa Malaysia Derivatives ditutup lebih tinggi pada perdagangan Selasa, 22 Juli 2025.
Kenaikan ini mengikuti lonjakan harga minyak kedelai berjangka di Chicago Board of Trade atau CBOT dan pasar minyak kedelai mentah tanpa getah atau CDSBO di Amerika Selatan.
Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, menjelaskan bahwa penguatan harga minyak rapeseed di Bursa Komoditas Zhengzhou (ZCE) serta penguatan ringgit terhadap dolar AS turut membatasi kenaikan lebih lanjut harga CPO.
Meski begitu, menurut Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC), harga CPO diperkirakan akan berada di kisaran RM4.100 hingga RM4.300 per ton sepanjang bulan depan.
Proyeksi ini didorong oleh tingginya permintaan dari India serta kuatnya pasar minyak kedelai global.
Pedagang minyak sawit David Ng menyebutkan bahwa harga komoditas ini mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak kedelai dan olein sawit Dalian.
“Kami memperkirakan support harga berada di RM4.200 per ton dan resistance di RM4.400 per ton,” ujarnya.
Pada penutupan perdagangan, kontrak spot bulan Agustus naik RM22 menjadi RM4.196 per ton.
Kontrak September 2025 naik RM30 menjadi RM4.246 per ton, sementara kontrak Oktober 2025 naik RM39 menjadi RM4.264 per ton.
Untuk kontrak November 2025, harga melonjak RM42 menjadi RM4.271, disusul Desember 2025 naik RM43 menjadi RM4.270, dan Januari 2026 naik RM38 menjadi RM4.262 per ton.
Meski harga menguat, volume perdagangan justru turun menjadi 75.575 lot dibanding 75.830 lot pada hari sebelumnya.
Minat terbuka juga menurun menjadi 231.767 kontrak dari 235.195 kontrak. Harga CPO fisik untuk wilayah Selatan Juli tercatat naik tipis RM20 menjadi RM4.220 per ton.
— Bernama









